Bantah Fahri Hamzah Soal Keanehan Pemilu 2019, KPU Ungkap 144 Petugas KPPS Meninggal di Pileg 2014
Nasional

Fahri sempat mempertanyakan mengapa dalam gelaran Pemilu sebelumnya tidak ada petugas yang meninggal. Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tantowi, buka suara.

WowKeren - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, beberapa kali menyinggung soal fenomena banyak petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang gugur kala bertugas. Dalam akun Twitter pribadinya, Fahri beberapa kali mencuitkan tagar #AdaApaDiTPS.

Fahri juga sempat mempertanyakan mengapa dalam gelaran Pemilu sebelumnya tidak ada orang yang meninggal. Cuitan Fahri ini rupanya mendapat tanggapan dari Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tantowi.

Awalnya, Fahri mengungkapkan kecurigaannya pada Pemilu 2019. "Kenapa pemilu sebelumnya orang tidak meninggal ya? Adalah apa di pemilu 2019? #AdaApaDiTPS," cuit Fahri pada Minggu (5/5).

Menanggapi cuitan Fahri, Pramono langsung mengungkapkan data yang dimiliki oleh KPU. Berdasarkan catatannya, sebanyak 144 petugas KPPS meninggal dalam gelaran Pileg 2014.

"Mohon maaf, bung @Fahrihamzah. Berdasarkan data KPU, petugas KPPS yg meninggal dunia pada Pemilu Legislatif 2014 sebanyak 144 orang (saat itu masih 4 surat suara)," jawab Pramono pada Selasa (7/5). "Jadi salah kalau dibilang, tdk ada petugas yg meninggal di Pemilu sebelumnya. Demikian utk dimengerti."


Pramono Ubaid Tantowi

Twitter

Menanggapi penjelasan Pramono, warganet pun banyak menanggapi. Banyak warganet yang berkomentar bahwa permasalahan petugas KPPS yang meninggal harus dipikirkan bersama solusinya.

"Mungkin untuk periode depan, ada baiknya simulasi sekalian kanda2, dg asumsi per tps 300 pemilih, dengar jumlah kertas suara 5, atau 3 brp waktu yg diperlukan,sehingga bisa difikirkan untuk kebituhan tenaga kpps'nya," komentar akun @Yu***sa. "Cuma sekarang diramaikan di medsos KPPS yg meninggal jumlahnya banyak. daripada jadi polemik dan dapat tudingan macam2, coba ambil langkah utk memuaskan netizen yg haus akan penyebab yg sebenarnya," timpal akun @Ja***ri.

Sebelumnya, cuitan Fahri mengenai "keanehan" Pemilu 2019 juga sudah ditanggapi oleh dokter bedah sekaligus penyanyi, Tompi. Kala itu, Fahri mengungkapkan bahwa tidak mungkin ada orang yang meninggal hanya karena kecapekan.

Menurut Tompi, komentar yang dilontarkan Fahri "tidak bergizi" alias tidak berkualitas. Tompi pun meminta kepada Fahri agar terus melakukan diskusi mengenai perkara medis bersama istrinya yang juga merupakan seorang dokter.

Di sisi lain, hingga Sabtu (4/5), jumlah petugas KPPS dalam gelaran Pemilu 2019 yang meninggal dunia telah mencapai 440 orang. Sementara jumlah petugas KPPS sakit telah mencapai 3.788 orang.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait