Mantan Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir Sambangi Prabowo Usai Jadi Tersangka Kasus Pencucian Uang
Nasional

Bachtiar Nasir datang menyambangi kediaman Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/5) sore. Ada apa?

WowKeren - Mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Bachtiar Nasir, ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Ia terlibat dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dana Yayasan Keadilan Untuk Semua (YUKS).

Namun hari ini (7/5), Bachtiar datang menyambangi kediaman Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, di Kertanegara, Jakarta Selatan. Dilansir detikcom, Bachtiar tiba di Kertanegara sekitar pukul 16.45 WIB.

Dalam kunjungan tersebut, Bachtiar didampingi oleh Ustaz Haikal Hassan. Meski demikian, Bachtiar masih belum memberikan pernyataan terkait urusannya di kediaman Prabowo.

Bachtiar sendiri datang dengan menggunakan mobil Pajero hitam. Ia tampak mengenakan baju koko putih dan peci berwarna hitam.


Menyusul kedatangan Bachtiar, datang pula Wasekjen MUI, Muhammad Zaitun Rasmin. Pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno juga belum memberikan informasi terkait isi pertemuan tersebut.

Di sisi lain, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan Bachtiar pada Rabu (8/5) besok pukul 10.00 WIB. Pemanggilan tersebut tertera dalam Surat Panggilan Nomor: S. Psl/1212/V/RES.2.3/2019/Dit Tipideksus. Surat tersebut juga ditandatangani oleh Dirtipideksus Brigjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho.

Sebelumnya, polisi juga telah menetapkan dua orang lain sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Islahudin Akbar yang merupakan petugas bank syariah dan Ketua YUKS Adnin Armas.

Menurut penjelasan Kapolri Tito Karnavian pada tahun 2017 silam, polisi melakukan penyidikan kasus tersebut usai menemukan adanya indikasi pengiriman dana dari GNPF MUI ke Turki. Tito menjelaskan bahwa Islahudin telah menarik uang senilai lebih dari Rp 1 miliar, lalu memberikannya kepada Bachtiar.

Kala itu, polisi masih mendalami keterlibatan Bachtiar sehingga belum ditetapkan sebagai tersangka. "Apa hubungannya bisa Suriah? Saat ini pemeriksaan dan pendalaman, kami belum tetapkan Bachtiar Nasir sebagai tersangka," kata Tito pada Februari 2017 lalu.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait