Ketua DPR Bambang Soesatyo juga tak mau menduga-duga apakah silaturahmi tersebut mengindikasikan Partai Demokrat akan bergabung dengan koalisi Jokowi.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 06 Juni 2019 - 12:26 WIB
WowKeren - Kedua putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyambangi kediaman Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri pada Rabu (5/6). AHY dan Ibas bersilaturahmi ke rumah Megawati usai halalbihalal di Istana Negara bersama Presiden Joko Widodo sekeluarga.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo pun turut menanggapi pertemuan tersebut. Pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut memilih untuk angkat tangan dalam menanggapi silaturahmi 2 pentolan Partai Demokrat dan Megawati tersebut.
"Itu harus kita berikan apresiasi, harus kita dukung dan angkat tangan. Angkat tangan bukan menyerah, tapi salut," tutur Bamsoet di Jakarta Selatan pada Rabu (5/6). Bamsoet pun mengangkat tangan dan memberi hormat.
Meski demikian, Bamsoet tak mau menduga-duga apakah silaturahmi tersebut mengindikasikan Partai Demokrat akan bergabung dengan koalisi Jokowi. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya akan mendukung setiap elite politik yang berusaha mendinginkan suasana pasca Pilpres 2019.
Bamsoet pun bersyukur momen Hari Raya Idul Fitri 1440 H bisa dimanfaatkan untuk mencairkan ketegangan antar elite-politik. Pasalnya, momen Lebaran dinilai Bamsoet telah menghapus gengsi para elite politik untuk saling bertemu.
"Coba kalau bukan Lebaran," ujar Bamsoet. "Pasti akan gengsi bertandang ke rumah si A atau B."
Politisi Partai Golkar tersebut berharap tak ada lagi gesekan di antara kedua kubu hingga pengumuman hasil sengketa Pilpres oleh MK pada 28 Juni mendatang. "Karena sudah diselesaikan sepanjang dua hari Lebaran ini," ucap Bamsoet.
Sebelumnya, Partai Demokrat telah menegaskan bahwa kunjungan AHY-Ibas ke Jokowi dan Megawati tidak berhubungan dengan politik. Namun tak dapat dipungkiri, bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya merajut kembali silaturahmi antar elite politik pasca Pilpres 2019.
"Tentu ini adalah pertanda baik bagi silaturahmi politik elite bangsa. Ke depan tentu akan semakin baik lagi, karena DNA politik Partai Demokrat adalah tidak ada musuh dalam politik, tapi hanya ada kontestasi demokrasi dan setelah itu kita membangun bangsa bersama-sama," terang Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean, pada Rabu (5/6). "Ya, Demokrat tidak mengenal permusuhan dalam politik. Demokratisme kami istilahkan sebagai sikap Demokrat. Dan itulah demokratisme, membangun bangsa di atas kedamaian."
(wk/Bert)