Taylor Swift Klaim Pihak Big Machine Records Tak Menghubunginya Sebelum Jual Aset Pada Scooter Braun
Bauergriffin/Getty Images/Gardiner Anderson
Selebriti

Sebelumnya Scott Brochetta selaku pimpinan Big Machine Records menegaskan bahwa ia sudah menghubungi Taylor Swift terkait proses akuisisi oleh Ithaca Holdings milik Scooter Braun.

WowKeren - Proses akuisisi perusahaan Ithaca Holdings LLC milik Scooter Braun terhadap mantan label rekaman Taylor Swift, Big Machine Records, rupanya membuat sang musisi geram bukan main. Bahkan masalah ini menimbulkan polemik tersendiri hingga menjadi bahasan hangat di berbagai media.

Terkait hal ini, pihak Big Machine Records sendiri sudah buka suara secara langsung. Scott Brochetta selaku pemimpin label tersebut bahkan tak segan memaparkan kronologi akuisisi Ithaca Holdings terhadap Big Machine Records.

Borchetta mengaku bahwa sebelum menjual label, ia telah mengingatkan dan mengundang semua pemegang saham resmi untuk bertemu pada 25 Juni lalu."Pada panggilan itu, para pemegang saham diberitahukan tentang kesepakatan yang tertunda dengan Ithaca Holdings dan memiliki waktu tiga hari untuk membahas semua rincian transaksi yang diusulkan," tulisnya melalui laman resmi Big Machine Records.

Brochetta juga mengaku telah menghubungi Taylor secara pribadi dan mengirimkan pesan singkat pada Sabtu (29/6) malam, sebelum kabar pindah tangan diumumkan pada Minggu (30/6) pagi. "Aku kira mungkin saja dia (Taylor) tidak membaca pesanku," tambahnya. "Tapi, aku benar-benar ragu bahwa dia baru tahu tentang kabar (penjualan label) itu bersama semua orang lain."


Menanggapi pernyataan mantan labelnya, rupanya Taylor tak tinggal diam. Melalui perwakilannya, mantan penyanyi country tersebut mengklaim bahwa Brochetta tidak meneleponnya sebelumnya. Dilansir People pada Selasa (2/7), Brochetta sendiri baru menghubungi pelantun "You Need to Calm Down" tersebut pada pukul 9 malam. Bahkan Taylor mengetahui perihal berita akuisisi Ithaca Holdings terhadap Big Machine Records melalui artikel di media.

"Taylor mengetahui dari artikel berita ketika dia bangun tidur sebelum melihat teks dari Scott Borchetta, dan dia (Brochetta) tidak menelepon Taylor sebelumnya," ungkap perwakilan Taylor.

Di sisi lain, konflik ini bermula saat perusahaan Ithaca Holdings LLC mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi Big Machine Records dengan nominal sebesar USD 300 juta. Kesepakatan ini tentunya mau tak mau juga mencakup hak atas seluruh katalog musik alias karya milik Taylor.

Katalog musik alias karya milik Taylor ini tentunya meliputi karyanya sejak awal kariernya hingga tahun 2017 lalu, termasuk enam albumnya selama masih bernaung di bawah nama Big Machine Records. Diketahui, musisi cantik tersebut memang baru saja pindah label rekaman ke Republic Records dan Universal Music Group (UMG) pada 2018 lalu.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait