Dengan mengundang Nicki Minaj, hal ini menjadi tanda bahwa Arab Saudi mulai membuka pembatasan atas industri hiburan yang selama ini diberlakukan secara ketat di negara tersebut.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 05 Juli 2019 - 11:40 WIB
WowKeren - Rapper kondang Nicki Minaj dipastikan bakal tampil di Arab Saudi dalam sebuah festival budaya yang diadakan di Jeddah, pada 18 Juli mendatang. Dalam festival bertajuk Jeddah World Fest ini, rapper "Anaconda" tersebut akan tampil bersama sejumlah pengisi acara lainnya, seperti Liam Payne serta Steve Aoki.
Kabar ini diumumkan secara langsung oleh pihak penyelenggara melalui sebuah unggahan di Twitter. "Dia (Nicki Minaj) akan aktif di media sosialnya, dia akan mengunggah langsung dari panggung di Jeddah dan di hotelnya di Jeddah," ungkap Robert Quirke selaku penyelenggara acara. "semua orang akan tahu ketika Nicki Minaj telah mendarat di Arab Saudi."
Tentunya hal ini menjadi tanda bahwa Arab Saudi mulai membuka pembatasan atas hiburan yang selama ini diberlakukan. Meski demikian, konser yang berlangsung di King Abdullah Sports Stadion ini tetap akan berlangsung tanpa alkohol dan obat terlarang, serta terbuka untuk orang berusia 16 tahun ke atas.
Namun rupanya, tak semua pihak menyambut kabar ini dengan positif. Pasalnya, selama ini rapper wanita asal Trinidad tersebut dikenal sebagai salah satu selebriti yang vulgar dan sangat provokatif. Belum lagi lagu-lagunya yang sarat akan lirik berbau sensual.
Bahkan salah satu warga Arab Saudi tak segan melayangkan protes melalui sebuah video yang kini menjadi viral di media sosial. Warga tersebut menyebut bahwa kedatangan Nicki Minaj menandakan bahwa pemerintah Arab Saudi munafik. Pasalnya pelantun "Megatron" itu diundang untuk tampil tetapi penonton wanita yang hadir harus menutup tubuh mereka.
"Dia akan tampil dan menggoyang bokongnya dan semua lagunya tidak senonoh dan tentang seks, kemudian kalian menyuruhku mengenakan abaya," ungkap seorang wanita Arab dalam video tersebut.
Terlepas dari hal tersebut, Jeddah World Fest sendiri merupakan bagian dari program pemerintah Arab Saudi yang bertujuan untuk mendongkrak kegiatan pariwisata di negara tersebut. Selama beberapa bulan terakhir, sejumlah musisi dunia telah tampil di negara ini. Di antaranya adalah Mariah Carey, Enrique Iglesias, Black Eyed Peas, rapper Sean Paul, DJ David Guetta dan Tiesto.
Konser semacam itu memang menjadi kontras, karena polisi moral Arab Saudi disebut kerap menggerebek tempat yang memainkan musik keras. Belum lagi pemisahan gender antara pria dan wanita lajang juga masih diberlakukan di banyak restoran, kedai kopi, sekolah umum dan universitas.
(wk/luth)