Keberatan Sidang Praperadilan Ditunda 2 Minggu, Pengacara Kivlan Zen Laporkan Hakim ke PN
Nasional
Kontroversi Pernyataan Tokoh Yang Dianggap Makar

Sidang praperadilan Kivlan Zen terpaksa harus ditunda selama dua minggu lamanya karena hakim beralasan bahwa ada banyak agenda sidang perkara lain yang harus diselesaikan.

WowKeren - Hakim tunggal praperadilan Achmad Guntur telah memutuskan bahwa persidangan Kivlan Zen akan kembali digelar pada Senin (22/7) mendatang. Terkait hal ini, pengacara Kivlan, Tonin Tachta, merasa keberatan. Ia akan melaporkan Guntur ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Komisi Yudisial. Menurutnya, penundaan sidang praperadilan terlalu dibuat-buat.

"Pak Kivlan tanggal 27 sudah habis penahanannya, mau ngapain lagi, padahal praperadilan itu kan murah, cepat, efisien, nggak ada itu, udah main-main ini," kata Tonin di Jakarta Selatan, Senin (8/7). "Kami akan laporkan hakimnya, saya akan menghadap ketua pengadilan habis ini."


Adapun alasan hakim menunda sidang Kivlan lantaran ada agenda persidangan untuk perkara lainnya. Alasan tersebut, sayangnya, tidak cukup masuk akal untuk pengacara Kivlan. Sebab jika memang banyak perkara yang harus diselesaikan, maka seharusnya penundaan cukup dilakukan selama satu minggu saja.

"Oh iya, sudah main-main ini, saya juga main-mainlah, memang pengacaranya main-main pengacara ini, dipermalukan di depan kalian kan, seluruh Indonesia melihat kan. Saya sampai mohon-mohon begini lo," tegas Tonin. "Artinya kalau memang nggak bisa ya satu minggu, nggak bisa alasan banyak perkara, banyak perkara bagus artinya, ada pengadilan, kalau pengadilan nggak ada pengacara hantu namanya."

Tonin berpendapat bahwa hakim harus bisa bekerja secara profesional dalam melayani pihak yang sedang berperkara. Oleh sebab itu jika memang jumlah hakim tidak mencukupi untuk menangani perkara, maka seharusnya PN Jaksel meminta Mahkamah Agung untuk menambah hakim.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa Kivlan mendukung rencana Tonin untuk melaporkan hakim tersebut. Sebab menurutnya, Kivlan adalah pihak yang dirugikan. "Pak Kivlan senang, Pak Kivlan memang orangnya begitu, kesatria, pantang dizalimi, kita lawan, itu perintahnya pada saya," sambung Tonin.

You can share this post!

Related Posts