Sempat Dianggap Biang Kerok Mahalnya Tiket Pesawat, Jokowi Minta Avtur Bisa Dibuat dari Minyak Sawit
Nasional

Selain untuk pembuatan avtur, minyak sawit diharapkan bisa digunakan untuk membuat elpiji, solar, dan bensin sehingga bisa menekan impor BBM yang dianggap sebagai penyebab tekornya neraca dagang.

WowKeren - Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi meminta agar pemanfaatan minyak sawit bisa lebih diperluas lagi. Misalnya untuk memproduksi avtur yang merupakan bahan bakar pesawat.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) menanggapi hal ini. Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan uji coba untuk ide tersebut.


Ia mengatakan bahwa persentase minyak sawit yang digunakan masih belum seratus persen. Namun, ia berencana untuk meningkatkan persentase komposisi itu seiring berjalannya waktu. Adapun uji coba tersebut dilakukan di Kilang Dumai dan Kilang Plaju yang digarap oleh PT Pertamina (Persero).

"Sedang uji coba. Komposisinya sekarang minyak sawit yang masuk dalam Kilang Dumai dan Plaju baru 12,5 persen," kata Djoko dilansir dari Detik, Jumat (16/8). "Nah ini akan kami tingkatkan dari waktu ke waktu sampai dengan B100."

Oleh sebab itu, Djoko belum bisa memastikan kapan avtur bisa sepenuhnya dibuat dari minyak sawit. Namun yang jelas, ia akan mengupayakan agar hal itu bisa terwujud sesegera mungkin. "Bertahap lah (menuju B100) makin cepat makin baik," sebutnya.

Sebelumnya, harga avtur yang tinggi disebut-sebut sebagai penyebab mahalnya harga tiket pesawat. Seperti diketahui, Mahalnya harga tiket pesawat sempat dikeluhkan oleh masyarakat. Bahkan, Jokowi sempat meminta agar para menteri yang berkaitan mau melakukan evaluasi terhadap harga avtur yang dinilai memberatkan pihak maskapai.

Kembali ke Djoko, ia menuturkan bahwa B100 (penggunaan minyak sawit) nantinya tak hanya terbatas pada avtur dan solar saja namun akan diperluas ke bahan bakar bensin dan elpiji. Itu artinya, ada empat bahan bakar yang bisa diproduksi dari sawit. "Jadi empat ini target kami yang B100 itu. Jadi bisa menghasilkan solar murni, bensin, murni, avtur dan elpiji," sebut Djoko.

Lebih jauh, pemanfaatan minyak sawit diharapkan mampu mengurangi impor migas. Sebab seperti diketahui, impor migas disebut-sebut sebagai biang kerok neraca perdagangan yang terus tekor. "Jadi bisa mengurangi impor elpiji kita. Sekarang kita impor elpiji kan cukup banyak," tambahnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts