Miris, Puluhan Anggota Paskibra Menangis Lantaran Tak Diberi Seragam Saat Kibarkan Merah Putih
SerbaSerbi

Kejadian tersebut menimbulkan pertanyaan terhadap kinerja camat setempat pasalnya setiap kecamatan pada umumnya telah disiapkan anggaran khusus untuk merayakan HUT RI.

WowKeren - Pada Sabtu (17/8), segenap rakyat dari Sabang sampai Merauke merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-74. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) memperingatinya dengan mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, acara pengibaran merah putih tersebut diwarnai dengan isak tangis. Pasalnya, puluhan Paskibra yang ditugaskan untuk mengibarkan bendera pusaka tak diberi seragam yang semestinya oleh panitia kecamatan. Sontak saja, para hadirin yang melihatnya juga ikut menangis.


Sebagai gantinya, 28 anggota Paskibra tersebut hanya menggunakan seragam SMA. Meski demikian, hal ini tak menyurutkan niat mereka untuk menjalankan tugas dengan baik. Padahal sebelumnya, mereka sudah dijanjikan untuk diberi seragam.

"Kami semua merasa sangat sedih dan menangis saat menjalankan tugas," kata salah seorang anggota Paskibra dilansir dari Kompas, Senin (19/8). "Karena kami melakukannya hanya dengan baju seragam SMA."

Meski sudah dijanjikan akan diberi seragam, namun hingga H-1, Jumat (16/8) nyatanya mereka tak kunjung menerimanya. Akibatnya, mau tidak mau mereka harus menggunakan seragam SMA mengingat waktu upacara yang kian mepet.

"Karena waktu sudah sangat mepet, kami langsung mengambil inisiatif untuk menggunakan seragam sekolah," lanjut anggota Paskibra tersebut. "Sejujurnya, kami sangat kecewa, tapi demi negara kami tetap menjalankan tugas yang mulia itu."

Menurut mereka, hal ini adalah sesuatu yang memalukan. "Kami hanya malu dengan kecamatan lain, mereka menggunakan seragam Paskibra, dan kami hanya menggunakan seragam sekolah," tuturnya.

Sementara itu akibat adanya kejadian ini, pihak kecamatan pun menuai kecaman. Kejadian demikian dinilai menunjukkan kegagalan camat setempat. "Untuk skala kecamatan, sangat tidak mungkin kalau fasilitas kepada Paskibra tidak ada. Sangat miris sekali kita melihat 28 Paskibra berpakaian seragam SMA sambil menangis saat menjalankan tugasnya," kata salah satu tokoh masyarakat Amalatu Hery Patty masih dilansir dari Kompas.

Padahal, setiap kecamatan pasti sudah disiapkan anggaran untuk perayaan HUT RI. Sehingga apa yang terjadi pada puluhan Paskibra tersebut adalah hal yang disayangkan. Lebih jauh, Amalatu menilai kinerja camat setempat patut dipertanyakan.

You can share this post!

Related Posts
Loading...