Jokowi Sebut Papua Sudah Kondusif, Pemerintah Justru Tambah Aparat Pengaman
Nasional
Demo Rasisme Papua

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, meminta agar masyarakat tak perlu khawatir dengan rencana penambahan pasukan ini. Menurutnya, penambahan personel TNI-Polri justru bertujuan untuk memberikan rasa aman.

WowKeren - Diketahui sejumlah kerusuhan sempat terjadi di Papua dan Papua Barat sejak Senin (19/8) kemarin. Beberapa fasilitas umum dirusak massa demi menyalurkan amarah mereka akibat warga Papua yang menjadi korban tindakan rasisme pada pekan sebelumnya.

Namun belakangan pemerintah menyatakan situasi di Papua dan Papua Barat sudah kembali kondusif. Informasi ini pun kembali dikuatkan oleh Presiden Joko Widodo dalam unggahan Instagram-nya. Bahkan, menurutnya, tingkat pengamanan di Bumi Cenderawasih sudah diturunkan.


"Selamat pagi. Sampai saat ini, saya terus mengikuti perkembangan di Tanah Papua," tulis Jokowi, Jumat (23/8). "Dan Alhamdulillah situasi di sana sudah kembali berjalan normal. Tingkat pengamanan di Papua pun kini sudah diturunkan."

Namun rupanya pernyataan Jokowi ini sedikit berbeda dengan kenyataan di lapangan. Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto berniat untuk mendatangkan pasukan pengaman tambahan ke Papua.

Pasukan tambahan ini diharapkan dapat membantu pengamanan sejumlah lokasi vital di Papua dan Papua Barat. Personel tambahan ini, jelas Wiranto, akan didatangkan dari luar daerah Papua dan Papua Barat.

"Hanya memang perlu penambahan pasukan untuk lebih meyakinkan pengamanan obyek-obyek vital yang ada di Papua dan Papua Barat," ungkap Wiranto, dilansir oleh Liputan 6, Jumat (23/8). "Penambahan pasukan dari luar daerah Papua dan Papua Barat. Itu saja."

Tentu saja kondisi yang bertolak-belakang ini membuat masyarakat bertanya-tanya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Kepresiden (KSP) Moeldoko akhirnya angkat bicara.

Moeldoko menegaskan penambahan aparat keamanan ini tidak bermaksud untuk menekan masyarakat Papua. Sebaliknya, para personel tambahan ini dimaksudkan untuk memastikan keamanan warga.

"Kita penambahan pasukan itu, baik polisi maupun TNI tujuannya justru ingin memberikan rasa tenang, gitu ya," kata Moeldoko ketika ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. "Bukan upaya untuk menekan (masyarakat). Enggak."

Nantinya aparat keamanan yang diterjunkan akan melakukan pendekatan dengan baik. Ia memastikan tak ada aparat yang bertindak arogan di lapangan. Oleh karena itu Moeldoko meminta agar masyarakat tak perlu khawatir dengan wacana penambahan pasukan pengaman di Papua.

"Jangan dibalik-balik, (jadi) merasa enggak aman. Jangan. Salah itu pemahamannya," pungkas Moeldoko menegaskan. "Justru kita menambah kekuatan, polisi ditambahkan juga. Agar bisa terjaga situasi dengan baik."

You can share this post!

Related Posts
Loading...