Hayoung Ungkap Pengalaman Mengerikan A Pink Selama Jadi Korban Ancaman Pembunuhan
Selebriti

Hayoung membicarakan betapa mengerikannya ancaman pembunuhan yang beberapa kali diterima para member A Pink yang mana pelakunya saat ini belum tertangkap.

WowKeren - Menyusul jejak Eun Ji, Hayoung A Pink baru saja debut sebagai solois. Baru-baru ini, penyanyi kelahiran 1996 tersebut menjadi bintang tamu di acara "TMI News" yang ditayangkan pada Rabu (28/8).

Di sini Hayoung membicarakan ancaman pembunuhan yang diterima A Pink pada Juni 2017 di mana seorang pria menelepon polisi dan menyatakan bahwa dia akan membunuh para member dengan pisau. Polisi dikirim ke gedung agensi dan para member diantar kembali ke dorm mereka.

Setelah itu, A Pink terus diganggu oleh ancaman pembunuhan, terutama bom yang diklaim ditanam di tempat acara mereka. Pria di belakang ancaman menyatakan bahwa dia melakukan ini karena dia merasa dikhianati atas sebuah acara di mana A Pink pergi kencan buta dengan trainee aktor laki-laki. Pria yang tinggal di luar negeri ini, masih belum ditangkap.

"Kami sedang berlatih dan polisi tiba-tiba datang dan memberi tahu kami," kata Hayoung. "Kami sedang berlatih sehingga kami belum melihat beritanya. Awalnya aku benar-benar cemas dan takut pergi ke mana pun. Jika seseorang mendekatiku, kupikir aku mungkin akan terluka. Kami pulang dan para member hanya duduk diam."


Hayoung mengatakan bahwa ketika keadaan menjadi lebih buruk, acara mereka dibatalkan dan di acara musik, staf dan orang-orang yang muncul semua harus memeriksa barang-barang mereka. "Aku merasa sangat bersalah. Kami tidak bisa meninggalkan ruang tunggu dan setiap kali kami bertemu orang, kami akan meminta maaf," ujarnya.

"Awalnya kami terkejut, tapi seiring berjalannya waktu, kami menjadi marah karenanya," kata Hayoung. "Lebih dari segalanya, itu tidak adil bahwa mereka tidak bisa menangkapnya dan kami tidak menerima permintaan maaf tentang hal itu, dan aku marah. Aku pikir aku yang paling marah karena tidak ada yang bisa dilakukan."

Choi Byung Chan VICTON juga tampil di acara tersebut sebagai bintang tamu dan dia mengungkapkan apa yang dilihatnya sebagai rekan satu agensi A Pink. "Ada penjaga keamanan dan polisi, tiga dari mereka, dan setiap kali mereka (member A Pink) pergi ke kamar mandi atau pergi ke suatu tempat di dalam mobil, polisi selalu bersama mereka. Itu membuatku sadar bahwa itu sangat serius dan mungkin berbahaya."

Hayoung berbagi bahwa karena topik ancaman pembunuhan selalu mengikuti grupnya. Ia senang sekarang memiliki kesempatan untuk membahasnya secara pribadi.

(wk/dewi)

You can share this post!

Related Posts