Menteri LHK Segel Anak Perusahaan Malaysia Penyebab Karhutla
Nasional
Darurat Kabut Asap Kalimantan

Menteri LHK Siti Nurbaya menyegel satu anak perusahaan penyebab karhutla. Pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut adalah Kuala Lumpur Kepong (KLK) yang berpusat di Malaysia.

WowKeren - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia kian memburuk. Banyak warga yang terkena dampak asap karhutla tak hanya dirugikan dari segi kesehatan namun juga finansial.

Baru-baru ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel satu perusahaan terkait kebakaran hutan. Adalah PT Adei Plantation and Industry, sebuah anak perusahaan asal Malaysia yang ada di Kabupaten Pelalawan, Riau yang diduga sengaja membakar hutan dan lahan.

"Sudah kami periksa perusahaan pembakar hutan dari Malaysia," kata Menteri LHK Siti Nurbaya dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (14/9). "Sudah disegel tanggal 11 (September) kemarin."

Siti mengatakan bahwa sebagian besar saham di perusahaan tersebut dimiliki oleh Kuala Lumpur Kepong yang berpusat di Malaysia. "Saham terbesarnya KL-Kepong Plantation," imbuh Siti.


Saat ini, Siti telah menginstruksikan jajaran KLHK untuk mendata perusahaan asal Malaysia dan juga Singapura yang lahannya terbakar. "Saya sedang minta Dirjen cek seluruh daftar perusahaan Malaysia dan Singapura yang (lahannya) terbakar. Data sedang dikumpulkan ya," tuturnya.

Terkait keluhan Malaysia yang mengatakan bahwa asap karhutla sudah merambah ke negeri Jiran, Siti meminta agar pihak Malaysia lebih objektif. Ia membantah dirinya berkelit soal kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masuk ke wilayah Malaysia.

"Data itu yang saya jelaskan," kata Siti. "Saya minta supaya obyektif. Kalau yang dibahas data yang hari ini ya tentu lain dong situasinya. Makanya harus sekuensial dong melihat dan mengolah data."

Sebelumnya, pemerintah Malaysia sempat mengeluhkan tentang kualitas udara yang menurun di wilayahnya akibat asap karhutla dari Indonesia. Mereka mengatakan akan mengirim nota diplomatik untuk menawarkan bantuan mengatasi karhutla.

Sementara itu, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memadamkan titik api penyebab karhutla sejak Januari lalu. Hingga kini, sudah ada 46 helikopter yang diturunkan untuk mengatasi masalah karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts