Imam Nahrawi Pamit, Singgung Sosok Pengganti Yang Lebih Suci
Nasional
Kasus Korupsi Menpora

Imam Nahrawi resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menpora usai KPK menetapkannya sebagai tersangka suap. Dalam sambutannya kala berpamitan, Imam menyinggung soal sosok ideal penggantinya nanti.

WowKeren - Diketahui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Menanggapi status tersebut, Imam pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Imam lantas berpamitan dengan staf dan pegawai Kemenpora di Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis (19/8). Dalam kesempatan itu, Imam menyatakan telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo.

"Itu tadi saya sowan kepada bapak Presiden. Beliau bertanya tentang status saya. Saya jawab, 'Bapak alhamdulillah saya ditetapkan sebagai tersangka'," ujar Imam dalam sambutannya, dilansir dari CNN Indonesia. "'Tapi saya bertanggung jawab karena risiko sebagai menteri. Karena menteri harus bertanggung jawab. Cukup saya'."

Imam pun mengaku mengetahui bahwa Jokowi tengah mempertimbangkan sosok yang akan menggantikannya. Oleh karena itu, Imam berharap agar Menpora yang baru bisa menjalankan tugas dengan lebih baik. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun berharap agar Menpora yang baru bisa lebih bersih dan suci.


"Bahwa per hari ini saya mengundurkan diri dalam posisi saya sebagai Menpora," katanya. "Semoga pengganti saya nanti lebih baik, bersih, lebih suci, dan lebih bisa menjaga perasaan."

"Saya tidak lihat kasus ini sebagai non-hukum. Tapi saya mengerti ini risiko jabatan sebagai menteri," imbuhnya. "Ibu, Bapak, doakan saya, doakan keluarga, (doakan) istri saya."

Tak hanya itu, dalam sambutannya, Imam pun sempat mengucapkan maaf kepada seluruh pegawainya. Ia meminta maaf atas segala laku dan ucapan yang pernah dibuatnya selama hampir lima tahun menjabat.

Menteri asal Bangkalan, Jawa Timur itu juga meminta agar tali silaturahmi di antara mereka tak terputus. Ia juga berterima kasih kepada semua pegawai yang telah menumbuhkan optimisme pada kinerja Kemenpora.

"Tolong kinerja yang baik ini dijaga ada atau tidak adanya pimpinan. Tolong pertahankan ini dalam kondisi apapun," pungkasnya. "Dan harus saling menjaga karena kita semua manusia yang punya salah, khilaf, kelemahan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts