Didi Kempot Akui Banyak Lagunya Tak Dapat Royalti Meski Digemari Kaum Milenial
Instagram/didikempot_official
Musik

Berbagai lagu Didi Kempot berhasil membuat perasaan pendengar merasa terwakilkan. Bahkan Didi sampai menerima julukan sebagai 'Bapak Patah Hati Nasional'.

WowKeren - Didi Kempot sudah dikenal luas oleh masyarakat sebagai seorang penyanyi campursari ternama. Bahkan Didi telah mengeluarkan berbagai lagu yang menjadi hits dan digandrungi oleh pecinta musik campursari.

Akan tetapi, karya-karya yang dikeluarkan Didi tak seluruhnya menerima royalti. Padahal sudah banyak penyanyi lain yang membawakan lagu-lagu Didi. Kendati begitu, pelantun lagu "Sewu Kutho" tersebut tetap merasa senang karena karya-karyanya bisa mewakili perasaan banyak orang.


"Harapan saya dapat. (Sekarang) belum (menerima royalti). Dari awal sudah tulis lagu patah hati. Saya suka lagu semacam itu," ungkap Didi di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/9). "Kayaknya genre semacam itu di seluruh dunia bertahan lama."

Selanjutnya, Didi juga memberikan tanggapan mengenai julukannya sebagai "The Godfather of Broken Heart" hingga "Bapak Patah Hati Nasional" oleh kaum milenial. Adik mendiang Mamiek Prakoso tersebut merasa kaget sekaligus tersanjung, lantaran tak menyangka banyak generasi milenial yang menyukai lagu-lagunya. Namun Didi juga heran lantaran baru mendapat julukan tersebut sekarang.

"Ini efek dari lagu yang sudah saya ciptakan 30 tahun lalu. Banyak anak-anak muda yang baru tahu kalau lagu-lagu itu buatan saya. Enggak apa-apa, baik-baik saja," papar Didi. "Yang saya bingung kenapa enggak gandeng saya pas umur saya 20 tahun? Kok baru konangan (ketahuan) sekarang? Ini bukti bahwa Indonesia enggak bisa lupain budayanya, lagu-lagu daerah Indonesia itu bagus-bagus."

Selain itu, Didi juga mengungkapkan caranya dalam menjaga eksistensi sebagai penyanyi campursari di dunia hiburan. Penyanyi berusia 52 tahun tersebut selalu bekerja keras dan berusaha untuk terus mengeluarkan karya.

"Ya kalau kita bekerja apapun harus begitu. Kalau mau jadi seorang seniman ya harus tetap setiap hari minimal berpikir, mau berkarya terus menerus," ujar Didi. "Walau hari ini tidak jadi lagu, lusa mungkin, kalau enggak lusa ya minggu depan. Saya terus berkarya semacam ini karena saya cinta, saya ikhlas untuk menyanyikan lagu-lagu Jawa atau menulis lagu-lagu lirik Jawa."

You can share this post!

Related Posts
Loading...