Menteri LHK Tegaskan Jokowi Tak Pernah Tolak Bantuan Malaysia Soal Karhutla
Nasional
Darurat Kabut Asap Kalimantan

Malaysia mengklaim telah menawarkan bantuan untuk mengatasi permasalahan karhutla, namun ditolak oleh pemerintah Indonesia. Menteri LHK Siti Nurbaya pun mengklarifikasi pernyataan Malaysia tersebut.

WowKeren - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia memang tak hanya menjadi masalah nasional. Pasalnya kabut asap yang dihasilkan dari peristiwa itu turut "menyambangi" negara-negara tetangga.

Menanggapi hal tersebut, negara tetangga pun berusaha memberikan bantuan, seperti Malaysia. Namun rupanya bantuan Malaysia ini ditolak oleh pemerintah Indonesia.


Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya pun angkat bicara. Menurutnya Presiden Joko Widodo tak pernah menolak bantuan dari Malaysia.

Kendati demikian, menurut Siti, saat ini Indonesia masih berada dalam posisi untuk menyelesaikan masalah karhutla sendiri. Hal ini sesuai dengan aturan ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution atau perjanjian lingkungan hidup. Oleh karenanya, Indonesia, sejauh ini, masih bisa menangani masalah karhutla.

"Setahu saya tidak ada Bapak Presiden mengatakan menolak atau tidak menolak," kata Siti, Sabtu (21/9). "Bila perlu baru mendapatkan bantuan dari negara lain."

Menurut Siti, penanganan karhutla di Indonesia sudah cukup sistematis. Apalagi karena luas lahan yang terbakar sejauh ini masih relatif lebih rendah daripada tahun lalu.

Pemerintah pun, ujar Siti, telah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan masalah karhutla. Salah satunya dengan menggunakan 300 juta liter air untuk memadamkan api. Selain itu, KemenLHK turut menggandeng Polri untuk melakukan langkah penegakan hukum yang intensif.

Di sisi lain, KemenLHK pun mengklaim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berhasil memproduksi hujan buatan untuk mengatasi karhutla yang terjadi. "Hujan buatan juga sudah dilakukan dan hujannya sudah mulai ada di Riau, Kalteng, Kaltim, dan Kalsel. Ini masih terus diupayakan," paparnya.

Tak hanya itu, menurut Siti, kabut asap hasil karhutla pun telah mulai menipis. Terutama untuk kabut asap yang "menyeberang" ke negara tetangga.

Tim penanganan karhutla yang dipimpin Menko Polhukam Wiranto pun belum membahas mengenai bantuan dari negara lain. Pasalnya Indonesia dinilai masih memiliki sumber yang memadai untuk mengatasi permasalahan karhutla.

"Jadi sepanjang negara masih mempunyai resources dan telah melaksanakan upaya maksimal, (maka) tidak diperlukan bantuan," pungkasnya. "Kecuali negara itu sudah tidak ada lagi resources yang akan digunakan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...