Bima Arya Tanggapi Rencana Jokowi: Buat Layanan Cepat Tak Harus Pangkas Eselon
Instagram/bimaaryasugiarto
Nasional
Jokowi Pangkas Pejabat Eselon

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menilai bahwa rencana untuk memangkas jabatan eselon guna menyederhanakan birokrasi perlu dikaji lebih dalam lagi dengan serius.

WowKeren - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ikut menanggapi rencana Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk memangkas jabatan di tingkat eselon. Hal itu dilakukan untuk memberikan angin perubahan pada birokrasi di Indonesia.

Bima menilai perlu adanya pengkajian yang lebih mendalam terkait rencana tersebut. Sebab, eselonisasi sengaja diciptakan untuk kebutuhan pembinaan dan pematangan aparatur sipil negara (ASN) dalam birokrasi.


"Menurut saya perlu dikaji dulu, karena eselonisasi untuk kebutuhan pembinaan," kata Bima, Senin (21/10). "Ada proses pembinaan di situ, pematangan, jenjang itu proses pembinaan. Tidak setiap orang bisa jadi kepala dinas, harus proses."

Dengan kata lain, tidak semua orang bisa menduduki jabatan tertinggi tanpa melalui jenjang tertentu. Bima menekankan bahwa untuk menciptakan pelayanan yang cepat pada masyarakat, tak harus dilakukan dengan mamangkas eselon yang ada. "Buat layanan cepat tidak harus memangkas eselon, saya ingin hal ini dikaji dulu," tambahnya.

Rencana pemangkasan eselon harus dikaji dan bisa memastikan agar tidak menghilangkan proses pembinaan ASN di dalamnya. "Jadi kita lihat sejauh mana pemangkasan itu, apakah masih menyediakan ruang untuk pembinaan? Menurut saya perlu kajian yang serius," ujar Bima.

Ia berharap agar pemerintah tidak hanya berfokus pada hasil akhirnya saja. Sebab, juga bukan hal yang baik jika setiap ganti presiden maka sistem yang ada juga ikut berganti. Menurutnya, diperlukan sistem yang kuat.

"Saya berharap kepada Menpan-RB yang baru tidak hanya berorientasi kepada outcome-nya," lanjut Bima. "Tapi ingat kita harus membangun satu sistem kuat, jangan sampai setiap ganti presiden sistemnya berubah lagi."

Rencana pemangkasan eselon tersebut disampaikan oleh Jokowi saat pidato pelantikan pada minggu (20/10). Jokowi berharap dengan begitu, rantai birokrasi di Indonesia yang terkenal rumit bisa disederhanakan. Jokowi ingin memangkas empat tingkatan eselon menjadi dua saja.

"Saya belum dapat gambaran jika ada pemangkasan dan hanya dua level tingkat ASN," kata Bima menambahkan. "Saya ingin mendengar dulu konsepnya seperti apa."

You can share this post!

Related Posts
Loading...