Surat Penolakan Menkes Beredar, IDI Minta Masyarakat Akhiri Polemik 'Cuci Otak'
Nasional

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mengirimkan surat penolakan Menkes yang baru dr Terawan kepada Presiden Jokowi. Oleh karena itu, mereka meminta masyarakat untuk mengakhiri polemik soal kasus 'cuci otak'.

WowKeren - Dokter Terawan Agus Putranto telah resmi menjadi Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju. Namun, terpilihnya dokter Terawan tersebut cukup mengejutkan berbagai pihak.

Pasalnya, Terawan diketahui pernah dipecat sementara dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena metode "cuci otak" yang ditemukannya. Metode tersebut digunakannya untuk menyembuhkan penderita stroke.

Terpilihnya Terawan sebagai Menkes ini pun kembali membuat Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI melayangkan surat penolakan. Merespon beredarnya surat tersebut, IDI pun meminta agar masyarakat untuk mengakhiri polemik tersebut.

Dikutip CNNIndonesia, Ketua IDI, dr Daeng M Faqih mengatakan bahwa surat penolakan yang beredar tersebut seharusnya tak menjadi konsumsi publik dan menjadi ranah internal organisasinya. Selain itu, IDI juga mengatakan jika pihaknya menghargai apapun keputusan Presiden RI Joko Widodo termasuk terpilihnya Terawan sebagai Menkes.

Tak hanya itu, IDI juga menegaskan bahwa Terawan masih tercatat sebagai anggota asosiasi profesi dokter tersebut hingga sekarang. Sedangkan status sanksi yang dikeluarkan pada tahun 2018 lalu hanyalah bersifat usulan.


Sementara itu, Ketua Mahkamah Kode Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI), dr Broto Wasisto masih bungkam menanggapi hal tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa pihaknya masih akan melakukan rapat internal.

Sebelumnya, Terawan hanya memberikan respon santai terkait beredarnya surat penolakan dirinya sebagai Menkes. "Ya nggak apa-apa. Kan namanya jabatan politis, ada yang menerima, ada yang menolak. Itu hal biasa," ungkapnya, Rabu (23/10).

Ia juga mengatakan tidak pernah menanggapi soal permasalah kode etik yang menyeretnya dan IDi. "Sudahlah, yang berkasus itu siapa. Biarkan saja. Saya, kan, tidak pernah tanggapi," ujarnya. "Belum waktunya (menanggapi), harus sesuai tata cara militer. Saya waktu itu militer."

Diketahui jika nama Terawan menjadi santer di kalangan masyarakat karena kontroversi terapi cuci otak (brain washing) yang dilakukannya untuk menyembuhkan penyakit stroke. Metode ini sendiri masih dipertanyakan oleh sejumlah kalangan karena masih belum terbukti secara ilmiah.

Sehingga IDI pun menggelar sidang etik yang menghasilkan putusan untuk memecat Terawan dari keanggotaan asosiasi dokter tersebut untuk sementara. Namun, kemudian IDI kembali mengkaji ulang dan memutuskan untuk menunda sanksi.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait