KNKT Berhasil Ungkap Misteri Kecelakaan JT-610 di Karawang, Begini Respons Lion Air
Nasional
Fakta Baru Tragedi Lion Air JT610 Jatuh

Dalam laporan investigasi kecelakaan tersebut, KNKT menyebutkan ada 9 faktor yang menjadi penyebab kecelakaan yang menewaskan 189 penumpang dan awak kabin.

WowKeren - Pada Jumat (25/10) Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyelesaikan investigasi terkait kecelakaan Lion Air JT-610 yang jatuh di Tanjung Pakis, Karawang, 28 Oktober 2018. Atas kerja keras yang dilakukan KNKT hingga bisa mengungkap penyebab kecelakaan itu, pihak Lion Air mengucapkan terima kasih.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro. Ia berharap agar kejadian semacam itu tidak akan terulang lagi untuk ke depannya.

"Lion Air berterima kasih kepada KNKT atas kerja keras dan ketekunannya dalam menyelidiki kecelakaan Penerbangan JT610," kata Danang dilansir dari CNBC Indonesia, Sabtu (26/10). "Sangat penting untuk menentukan akar penyebab dan faktor-faktor penyebab kecelakaan, dan mengambil tindakan korektif segera untuk memastikan bahwa kecelakaan seperti ini tidak akan terjadi lagi."


Sebelumnya, pihak Boeing juga sempat mengucapkan bela sungkawa pada keluarga maupun rekan-rekan korban yang tewas dalam kecelakaan nahas tersebut. Mereka juga menyampaikan simpati yang mendalang kepada keluarga besar Lion Air.

"Atas nama keluarga besar Boeing, dengan segala ketulusan hati, kami sampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh anggota keluarga dan sahabat para korban yang tewas dalam kecelakaan ini," kata Presiden & CEO Boeing Dennis Muilenburg dalam pernyataan resminya, Jumat (25/10). "Bersama Lion Air kami berkabung, dan kami juga ingin menyampaikan simpati kami yang paling mendalam kepada keluarga besar Lion Air."

Dalam laporan investigasi kecelakaan tersebut, KNKT menyebutkan ada 9 faktor yang menjadi penyebab kecelakaan yang menewaskan 189 penumpang dan awak kabin. Secara garis besar, kecelakaan itu disebabkan oleh gabungan antara faktor mekanik, desain pesawat, serta minimnya dokumentasi sistem pesawat.

Tak cukup sampai di situ, faktor penyebab yang lainnya juga karena kurangnya komunikasi dan kontrol manual antara pilot dan kopilot. Berdasarkan bukti rekaman percakapan selama penerbangan, menunjukkan bahwa kopilot kurang familiar dengan prosedur.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts