Sri Mulyani ke Anak Buah: Kerja Jangan Cuma Bisa Habiskan Anggaran
Nasional

Sri Mulyani ingin agar jajaran Kementerian Keuangan tak hanya bekerja menyusun APBN dan melaporkannya, namun juga membuat agar APBN Bisa bermanfaat bagi rakyat.

WowKeren - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mewanti-wanti jajaran pegawainya untuk bekerja dengan sebaik-baiknya. Sebagai bendahara negara, Kemenkeu mengemban tugas yang cukup berat sebab mereka memiliki tanggung jawab untuk mengelola anggaran dengan baik.

Sri meminta agar jajaran Kemenkeu tidak sekadar menghabiskan anggaran negara. Hal tersebut disampaikan olehnya dalam upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Oeang Republik Indonesia ke-73. Ia menekankan agar jajarannya mampu membuat APBN bisa memberikan hasil nyata bagi rakyat.

"Pak Presiden menyampaikan kita perlu bekerja tidak hanya sekadar menghabiskan anggaran," kata Sri di Lapangan Kemenkeu, Rabu (30/10). "Tapi bagaimana membuat APBN mampu mencapai tujuan dan hasil yaitu dalam bentuk kemakmuran rakyat."

Oleh sebab itu, ia meminta agar anak buahnya tidak hanya sekadar bekerja menyusun anggaran pendapatan dan belanja negara dan melaporkan penggunaannya. Ia ingin agar mereka memiliki mindset untuk bisa membuat APBN menjadi instrumen untuk mewujudkan pembangunan. "Fokus bagaimana APBN bisa benar-benar mencapai tujuan pembangunan," sebutnya.


Lebih lanjut, Sri juga mengingatkan akan kondisi perekonomian dunia yang penuh ketidakpastian. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh jajaran Kemenkeu untuk bersiap menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus perkembangan teknologi untuk bisa terus meningkatkan kualitas.

"Kita harus tingkatkan kapasitas dan kompetensi Kementerian Keuangan," lanjut Sri. "Seluruh jajaran Kementerian Keuangan saya harap terus memikirkan mental belajar, bekerja dan meningkatkan diri."

Sebelumnya, Sri sempat menyebut Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia. Namun untuk bisa maju ke situ, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi.

Menurut Sri, tujuan itu tidak bisa dicapai dalam sekejap melainkan perlu waktu dan strategi dalam memperbaiki perekonomian di Indonesia. Ia menyebut bahwa membenahi dan menata perekonomian negara itu bukan hal yang mudah sehingga diperlukan yang namanya proses.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait