Sempat 'Salahkan' Pemerintah, Kini FPI Akui Habib Rizieq Bermasalah di Imigrasi Arab Saudi
Nasional
Kepulangan Habib Rizieq

FPI memastikan Dirjen Imigrasi Indonesia memang tak pernah mengeluarkan surat pencekalan. Habib Rizieq sendiri saat ini dilaporkan tak bisa meninggalkan Arab Saudi karena dicekal oleh Imigrasi setempat.

WowKeren - Polemik kepulangan Habib Rizieq Syihab kembali menjadi perhatian nasional. Pasalnya sang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) mengaku dicekal oleh pemerintah Arab Saudi atas permintaan Indonesia. Karena pencekalan itulah Rizieq mengaku tak bisa meninggalkan Arab Saudi.

Pencekalan ini pun langsung menuai bantahan keras dari berbagai pihak. Salah satunya dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham yang mengaku tak pernah mengeluarkan surat pencekalan, seperti yang dituduhkan Rizieq.


Pernyataan pihak Imigrasi ini lantas dibenarkan oleh Juru Bicara FPI, Munarman. Dalam pernyataan terbarunya, ia memastikan pihak Imigrasi Indonesia memang tak pernah mengeluarkan surat pencekalan. Habib Rizieq sendiri terkendala kepulangannya karena bermasalah dengan pihak Imigrasi Arab Saudi.

"Pertama-tama, apa yang dijelaskan Dirjen Imigrasi sudah betul," ungkap Munarman, Selasa (12/11). "Artinya memang dalam soal Habib Rizieq ini, persoalannya bukan pada Imigrasi Indonesia, persoalannya itu pada Imigrasi Saudi."

Menurutnya Imigrasi mengeluarkan perintah pencekalan karena mendapat perintah dari pihak tertentu. Menariknya, bukan dari pemerintah Indonesia, perintah pencekalan ini justru didapat dari Institusi Intelijen Kerajaan Arab Saudi dengan alasan keamanan.

"Alasan keamanan. Dari kami menafsirkan sebagaimana yang sudah disampaikan oleh mantan Duta Besar Saudi Arabia, Bapak Osama yang terdahulu," jelas Munarman, dilansir dari laman Tribun News. "Bahwa Pemerintah Saudi mengkhawatirkan apabila Habib Rizieq keluar dari Saudi keamanannya tidak terjamin. Itu pernyataan yang kami pegang dulu."

Lebih lanjut, menurut Munarman, ada dua alasan di balik pencekalan yang dikeluarkan Imigrasi Arab Saudi itu. Salah satunya terkait dengan penembakan yang terjadi di pondok pesantren Rizieq di Megamendung.

"Kedua, (di) acara Habib Rizieq tabligh akbar pada saat peringatan Maulid Nabi pada tahun 2017 lalu," papar Munarman. "Itu juga terjadi pembakaran mobil yang di dalamnya ada jeriken-jeriken berisi bensin, Habib Rizieq mengisi acara di situ."

Sebagai penutup, Munarman kembali menegaskan bahwa saat ini Habib Rizieq tidak bisa keluar dari Arab Saudi dan bukan tidak bisa masuk ke Indonesia. Oleh karena itu ia berharap opini yang berkembang di masyarakat bisa dibenahi.

You can share this post!

Related Posts
Loading...