Kondisi Terbaru 6 Korban Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan
Nasional
Teror Bom Polrestabes Medan

Wakil Kapolda Sumatera Utara, Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto, mengaku telah membesuk keenam korban bom bunuh diri tersebut di rumah sakit Bhayangkara Medan.

WowKeren - Bom bunuh diri yang meledak di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11) pagi diketahui menewaskan pelaku dan melukai 6 orang lainnya. Hingga hari ini (14/11), keenam korban luka tersebut masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Wakil Kapolda Sumatera Utara, Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto, mengaku telah membesuk keenam korban di rumah sakit. Mardiaz menyampaikan bahwa kondisi keenam korban bom bunuh diri tersebut telah membaik.

"Kondisinya sudah pulih, tidak terlalu parah," terang Mardiaz di Mako Brimob Polda Sumut dilansir Kumparan. "Kita yakin Allah SWT ini masih melindungi kita semua. Harapan masyarakat tidak perlu takut. Kita harus saling bahu membahu untuk memerangi paham radikal."

Diketahui, keenam korban luka-luka tersebut terdiri dari 4 anggota polisi, 1 orang pekerja harian lepas (PHL) Bag Ops Polrestabes Medan, serta 1 orang mahasiswa. Luka yang dialami para korban beragam, mulai dari robek hingga gangguan pendengaran.


Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol Abdul Mutolip mengalami luka robek di bagian tangan kanan. Lalu Kasubag Bin Ops Polrestabes Medan Kompol Sarponi mengalami luka robek di bagian pantat sebelah kanan.

Selain itu, Brigadir Si Propam Polrestabes Medan Aipda Deni Hamdani mengalami luka-luka terkena serpihan. Sedangkan Brigadir Si Propam Polrestabes Medan Bripka Juli Chandra mengalami luka di telinga sebelah kanan tidak bisa mendengar.

Sementara itu, PHL Bag Ops Polrestabes Medan Ricard Purba mengalami luka di bagian wajah dan lengan. Sedangkan mahasiswa bernama Ihsan Mulyadi Siregar mengalami luka di bagian pinggul sebelah kiri akibat terkena serpihan.

Di sisi lain, pelaku bom bunuh diri tersebut diketahui mengenakan jaket atribut ojek online kala melancarkan aksinya. Namun Polri akhirnya mengonfirmasi jika jaket yang digunakan hanyalah sebagai samaran.

"Itu (jaket ojol) penyamaran," kata Karopenmas Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Rabu (13/11). "Tadi saya sampaikan status yang bersangkutan adalah mahasiswa atau pelajar."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts