Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menilai tidak perlu dilakukan pengamanan khusus terkait penyelenggaraan reuni PA 212 Desember mendatang.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 21 November 2019 - 15:18 WIB
WowKeren - Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana untuk kembali menggelar reuni pada Senin (2/12) mendatang. Reuni tersebut rencananya akan dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
Terkait hal ini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD ikut angkat bicara. Menurutnya, tidak perlu adanya pengamanan khusus terkait penyelenggaraan Reuni 212 tersebut. "Enggak perlu (pengamanan khusus)," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (21/11).
Ia menilai bahwa aparat kepolisian sudah memiliki protap dalam melakukan aksi-aksi yang digelar oleh masyarakat. Sehingga, petugas hanya tinggal menjalankan prosedur pengoperasian standar atau SOP. "Artinya, sudah ada SOP-nya. Kan aparat kita sudah bagus, kok," imbuh Mahfud.
Adapun perhelatan Reuni 212 rutin diselenggarakan setiap tanggal 2 Desember. Reuni tersebut mulai dilakukan pertama kali sejak 2017 lalu. Karena merupakan agenda rutin, maka tahun ini pun Reuni 212 juga akan digelar. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak.
"Jadi, reuni itu pasti akan diadakan setiap tahun karena sudah berjalan dua periode, yakni 2017 dan 2018," kata Yusuf di Gedung Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, Selasa (5/11). "Jadi, pada tahun 2019 reuni akan diadakan lagi."
Terkait waktu pasti penyelenggaraan acara tersebut, masih akan dibahas lebih lanjut. Bisa jadi acara tersebut digelar mulai tengah malam menjelang pagi atau sebaliknya. "Apakah dimulainya tengah malam menjelang pagi hingga selesai pagi hari atau dimulai pagi hari, itu masih menjadi pembahasan," jelas Yusuf.
Yusuf memastikan bahwa penyelenggaraan reuni kali ini tidak akan mengandung unsur politis, mengingat waktu pelaksanaannya tidak bersamaan dengan momen-momen politis. Ia pun tidak menargetkan jumlah yang datang. Sebab yang penting adalah bagaimana menjaga momen kebersamaan di antara umat.
"Mudah-mudahan yang hadir dahulu punya waktu, keuangan, dan sebagainya dan tidak hanya karena ada momen-momen Pilpres," kata Yusuf. "Akan tetapi, itu tidak menjadi suatu target bagi kami mengenai jumlah. Semangat dan kebersamaan tetap harus kami jaga."
(wk/zodi)