Kisah kru maskapai yang mengalami patah tulang saat mengangkatkan tas penumpang telah menjadi viral di media sosial. Seorang dokter Divisi Foot and Ankle Departemen Ortopedi dan Traumatologi pun turut buka suara terkait kejadian tersebut.
- Nidya Putri
- Senin, 25 November 2019 - 20:52 WIB
WowKeren - Baru-baru ini media sosial kembali dihebohkan dengan cerita mengenai risiko yang bisa dialami oleh seorang pramugari ataupun pramugara maskapai penerbangan. Sebuah akun Twitter bernama @okedkama menceritakan secara spesifik tengan pengalaman temannya yang krunya mengalami patah tulang akibat tertimpa tas seorang penumpang.
Dalam unggahannya tersebut, sang pemilik akun mengunggah tangkapan layar dari Instagram Story milik seseorang yang disebut "Mommy" yang menceritakan jika krunya tengah berusaha menolong penumpang dengan mengangkatkan tas dari kompartemen kabin di atas kepala.
"Crew dah patah tangan sebab tolong passenger angkat bag kt overhead compartment, bag tu jatuh and tangan crew patah.. Gais.. kalau rasa tak boleh angkat sendiri, chek in bag tu.. kami TAK DIBENARKAN angkat bag korang," tulis Mommy dalam tangkapan layar tersebut.
Sontak saja, kisah yang diceritakan oleh "Mommy" ini mendapat perhatian dari warganet hingga menjadi viral. Bahkan tak sedikit netizen yang turut berkomentar ataupun berbagi pengalamannya saat naik pesawat.
"Aku baru saja mengalaminya kemarin haha. Seorang gadis meminta cabin crew untuk mengangkat barang bawaanya ke kompartemen kabin. Tapi kru tersebut dengan ramah mengatakan untuk mengangkatnya bersama-sama," komen @Sha***an_. "Bayangkan satu kali boarding ada yang minta diangkatkan satu tas. Satu hari ada berapa kali boarding flight? Satu bulan? Tas bukanlah barang yang ringan," sahut @sya****aLaLa.
Viralnya kisah tersebut lantas membuat seorang Dokter Divisi Foot and Ankle Departemen Ortopedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Andri Primadhi, SpOT turut berkomentar. Menurutnya kebiasaan mengangkat barang berat yang salah dapat memicu masalah saraf terjepit.
Dalam dunia medis sendiri hal itu dikenal sebagai HNP alias Herniated Nucleus Pulposus. Saraf terjepit terjadi ketika materi dari nucleus pulposus (bagian dari diskus atau bantalan antar ruas-ruas tulang belakang) menonjol ke jaringan sekitarnya. Biasanya akibat tekanan berlebih pada tulang belakang.
(wk/nidy)