Presiden Joko Widodo menilai perlu untuk meluruskan narasi yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa program kartu tersebut bukan berarti pemerintah menggaji pengangguran.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 10 Desember 2019 - 16:11 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi buka suara mengenai program Kartu Pra Kerja yang disebut-sebut digunakan untuk menggaji pengangguran. Jokowi menegaskan bahwa program ini bukan program untuk menggaji pengangguran.
Diketahui, Kartu Pra Kerja merupakan satu dari sekian program yang dijanjikan Jokowi saat kampanye Pilpres 2019 lalu. Ia menjelaskan, program kartu ini merupakan program untuk membantu biaya pelatihan vokasi bagi pencari kerja yang berusia 18 tahun ke atas.
Menurutnya, perlu untuk meluruskan narasi yang berkembang di masyarakat yang menganggap bahwa pemerintah menggaji pengangguran dengan kartu ini. Ia menegaskan bahwa anggapan tersebut keliru.
"Terkait implementasi kartu Pra Kerja saya ingin menegaskan lagi program ini bukan menggaji pengangguran," tegas Jokowi di Jakarta, Selasa (10/12). "Ini penting kita sampaikan karena muncul narasi seolah-olah pemerintah akan menggaji pengangguran. Tidak, itu keliru."
Tak hanya itu, kartu Pra Kerja juga nantinya akan menyasar para pekerja aktif yang terkena PHK dan perlu meningkatkan kompetensinya. Melalui program kartu ini, pemerintah ingin mempersiapkan angkatan kerja dan meningkatkan ketrampilan pekerja PHK melalui upskilling dan reskilling sehingga semakin produktif dan berdaya saing.
"Dalam ratas ini, saya ingin mendapatkan laporkan persiapan detil implementasi soal pembentukan project management office (PMO)," lanjut Jokowi. "Kemudian kesiapan platform sistem digital dan alur bisnis prosesnya seperti apa, kesiapan lembaga pelatihan, dan rancangan skema pencairan dana atau pembayarannya."
Untuk merealisasikan program ini, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 10 triliun. "Bapak Presiden mengarahkan bahwa range itu harus dibuka. Dan dana yang disediakan untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp 10 triliun," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta Pusat, Selasa (12/11).
Program kartu tersebut akan dipergunakan untuk pelatihan skill para calon pencari kerja. Beberapa pelatihan yang disiapkan oleh pemerintah adalah mulai dari barista kopi hingga coding bahasa pemrograman komputer.
(wk/zodi)