Pria Pencetus 'Ice Bucket Challenge' Tutup Usia
SerbaSerbi

Pria pencetus 'Ice Bucket Challenge' menghembuskan napas terakhirnya di usia 34 tahun. Pete Frates tutup usia setelah berjuang melawan penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) yang diidapnya sejak 2012 lalu.

WowKeren - Siapa yang tak mengenal tantangan "Ice Bucket Challenge"? Tantangan ini ramai di dunia maya pada pertengahan tahun 2013 lalu di mana mulai dari artis hingga orang biasa melakukan tantangan ini.

Pete Frates adalah pria yang menginspirasi ribuan warganet untuk berpartisipasi pada tantangan viral "Ice Bucket Challenge" ini. Namun, berita duka datang dari pria ini, Pete diberitakan tutup usia di umurnya yang cukup muda yaitu 34 tahun.


"Hari ini Surga telah menerima malaikat kami: Peter Frates. Suami dari Julie, ayah dari Lucy, anak laki-laki dari John dan Nancy, saudara laki-laki dari Andrew dan Jennifer, Pete meninggal dikelilingi oleh keluarga yang mencintainya, secara damai di usia 34, setelah berjuang melawan ALS secara heroik," tulis pernyataan dari keluarga Pete."Pete adalah inspirasi bagi banyak orang di dunia yang menjadi kuat karena keberanian dan ketangguhannya."

Dikutip dari Fox News, Pete didiagnosis mengidap ALS atau Amyotrophic Lateral Sclerosis pada tahun 2012 di usia 27 tahun. Kemudian ia menikahi istrinya dan putrinya lahir.

Beberapa tahun kemudian, "Ice Bucket Challenge" menjadi viral dan ia menerima banyak penghargaan akan kerja dan dedikasinya untuk menyebarkan kepedulian akan penyakit tersebut. Tantangan ini dilakukan untuk menggalang donasi bagi penelitian penyakit ALS.

Sekedar informasi, ALS merupakan penyakit degeneratif saraf yang progresif dan sangat langka, yang menyerang sel-sel saraf di otak dan di tulang punggung. Salah satu orang terkenal yang mengidap penyakit ini adalah Stephen Hawking. Mereka yang mengidap ALS kerap divonis tak memiliki umur yang panjang.

Di mata keluarganya, Pete adalah sosok pemimpin dan juga rekan kerja yang luar biasa. Ia juga menjadi role model yang baik bagi para atlet muda akan keberanian dan kekuatan positifnya.

"Yang luar biasa lagi, Pete tak pernah mengeluh akan penyakitnya. Malahan, ia melihatnya sebagai suatu kesempatan untuk memberikan harapan bagi para pengidap dan keluarga mereka," lanjut pernyataan tersebut. "Semasa hidup, ia bertekad untuk mengubah penyakit yang sebelumnya dikenal tak memiliki penanganan atau pengobatan."

Alhasil, dari jerih payahnya dan dukungan dari orang sekitarnya ia berhasil mengumpulkan donasi dari seluruh dunia untuk akses yang lebih baik bagi ALS, penemuan genetik, penanganan, dan suatu hari nanti, penyembuhannya. "Berkabunglah untuk Pete dan harapannya yang diberikan oleh hal-hal berikut ini: tetap bergairah, jujur pada diri sendiri, bekerja keras, dan jangan pernah takut untuk berjuang lebih keras," tandas keluarga Pete.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts