Buntut Kericuhan Tamansari, Walkot Bandung Beri Klarifikasi
Nasional

Pemkot Bandung menjadi sasaran 'amukan' masyarakat usai video tindakan represif aparat terhadap warga terdampak penggusuran di Tamansari, Bandung pada Kamis (12/12) kemarin menjadi viral.

WowKeren - Masalah penggusuran yang dialami warga Tamansari, Bandung, Jawa Barat pada Kamis (12/12) kemarin masih menjadi pembahasan panas. Seperti diketahui, warga yang enggan digusur harus mengalami tindakan represif oleh aparat penggusur.

Video yang menunjukkan tindakan kekerasan itu kini beredar viral di media sosial. Berbagai kritikan dan kecaman pun diterima aparat serta otoritas setempat atas insiden tersebut.

Menanggapinya, Wali Kota Bandung, Oded M Danial pun angkat bicara. Oded langsung menyampaikan permintaan maaf atas kericuhan yang terjadi. Tak hanya itu, Oded pun mendukung kepolisian untuk mengusut otak di balik kerusuhan tersebut.

Menurut Oded, terdapat beberapa korban pelemparan dan tindak kekerasan saat penertiban tersebut. Namun tak hanya warga setempat, berdasarkan laporan Polrestabes Bandung, anggota Satpol PP dan polisi mendapat kekerasan serta pelemparan.


"Saya atas nama Pemerintah Kota Bandung menyampaikan permohonan maaf terhadap pihak yang merasa terganggu atas proses pengamanan aset," kata Oded ketika ditemui di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Sabtu (14/12). "Kita sebagai Pemkot Bandung tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan."

Oded menyebut, pihaknya telah melakukan mediasi dengan warga Tamansari selama dua tahun terakhir. Menurutnya, terdapat 176 kepala keluarga telah menyetujui program tersebut dan direlokasi sementara ke rumah susun Rancacili atau diberikan kompensasi uang untuk menyewa rumah.

Selain itu, kerusuhan kemarin, ungkap Oded, ternyata juga melibatkan warga yang sejatinya tidak bertempat tinggal di sana. "Setelah ada laporan dari Pak Kapolres, bahwa mereka yang ikut rusuh kemarin bukan merupakan warga sekitar. Kami sebenarnya sudah menjalankan sesuai dengan prosedur, karena lahan itu milik Pemerintah Kota Bandung," kata Oded.

Dia berharap tidak terjadi lagi kericuhan serupa di Tamansari. Terlebih penertiban aset sebagai upaya Pemkot Bandung membangun rumah deret.

"Kita ingin menyejahterakan masyarakat, penataan pembangunan rumah yang berada di tanah milik Pemkot Bandung agar lebih baik dan lebih layak," pungkas Oded. "Saya harapkan, mudah-mudahan kita mengambil pelajaran dari ini."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts