Pada 2014 silam, Jenita Janet mengaku sudah ditalak suami yang juga berperan sebagai manajernya tersebut sejak 2012. Namun, Jenita baru sempat mengurus perceraian di Pengadilan Agama baru-baru ini.
- Neressa Prahastiwi
- Selasa, 17 Desember 2019 - 13:34 WIB
WowKeren - Jenita Janet resmi menggugat cerai suami sekaligus sang manajer, Alif Hedi Nurmaulid, di Pengadilan Agama Bekasi pada 4 Desember lalu. Hari ini, Selasa (17/12), Jenita menjalani sidang perdana dengan agenda mediasi. Namun, Alif tak menampakkan batang hidungnya.
Menurut Jenita, dirinya dan Alif masih berkomunikasi dengan baik. Jenita pun sempat menghubungi Alif agar datang ke persidangan hari ini. Namun Alif rupanya tak bisa berjanji lantaran sedang menjaga kesehatannya usai melakukan sebuah perjalanan.
"Komunikasi masih tetap lancar, karena aku juga pengin dia hadir hari ini. Kemarin dapet kabar kalau katanya dia sakit. Aku masih usahain gitu 'Tolong ya dateng, kan mediasi'. Baik buruknya kan memang harus kita hargain, prosesnya dateng'," ujar Jenita saat ditemui WowKeren di Pengadilan Agama Bekasi pada Selasa (17/12). "Tapi dia bilang dia lagi takut terkena DBD katanya. Dia habis touring soalnya."
Untuk diketahui, Jenita dan Alif sepakat menikah diam-diam pada 2010 silam. Lantas pada 2014, Jenita mengaku sudah ditalak sang suami di tahun 2012. Namun, Jenita baru sempat menggugat cerai Alif resmi di mata negara baru-baru ini.
Selisih waktu 5 tahun dari kabar talak suami Jenita membuat netizen curiga apabila kabar perceraian di tahun 2014 hanya settingan untuk menaikkan popularitas. Mendengar tudingan itu, Jenita membantahnya dengan tegas dan mendoakan tak ada orang yang mengalami hal yang sama dengannya.
"Buat apa? Efeknya apa? Bukankah perceraian bukanlah hal yang mengenakkan? Denger kata 'gagal' sakit enggak? 'Kamu udah gagal', aku enggak mau kayak gitu. Itu hal yang nyakitin," ungkap Jenita. "Ya semoga kegagalan itu tidak terjadi pada mereka (netizen). Cukup aku aja, itu berat."
"Kalau aku ya ini semua harus dijalanin. Kita semua harus berusaha jujur terhadap diri kita sendiri," imbuh Jenita. "Kalau sakit ya sakit, kalau seneng ya seneng. Aku belajar untuk tegas sama kehidupan sendiri."
Rencananya, mediasi kedua sidang perceraian Jenita akan dilaksanakan pada 7 Januari 2020. Tim kuasa hukum Jenita mengaku akan mengusahakan yang terbaik untuk sang klien, dan pihak tergugat.
"Kita tetep usahakan jalan keluar yang terbaik untuk klien kami dan tergugat juga sebenarnya," pungkas kuasa hukum Jenita. "Mediasi kan bukan kiamat. Belum kiamat nih urusan, masih banyak jalan keluar yang terbaik untuk kedua belah pihak."
(wk/nere)