Ramai Kisah Mahasiswa Masuk UGD Karena Minum Kopi, Ini Kata Dokter
SerbaSerbi

Media sosial sempat diramaikan dengan kisah mahasiswa yang mengalami 'serangan jantung' hingga masuk UGD usai minum kopi. Dokter ahli jantung pun turut buka suara dalam menyoroti peristiwa ini.

WowKeren - Media sosial tiba-tiba dikejutkan dengan kisah mahasiswa yang masuk ke UGD karena jantung berdebar tidak beraturan. Keadaan ini lantas diyakini ada hubungannya dengan kopi yang dikonsumsinya.

Adalah Ilham Rachmat Putera, seorang mahasiswa di Bandung, menuliskan pengalamannya tersebut di Twitter pada 12 Desember 2019 lalu. Sontak saja postingan tersebut banjir dengan komentar-komentar dari warganet.

Dalam postingannya tersebut, Ilham menceritakan mengalami jantung berdebar yang tidak beraturan. Tubuhnya terasa sangat tidak nyaman, sehingga ia dilarikan ke UGD sebuah rumah sakit. Di sana, ia mendapat oksigen untuk melancarkan pernapasan.

"Ternyata kopi menjadi salah satu penyebab jantung berdebar lebih cepat dari biasanya," tulis Ilham dalam cuitannya, sebelum menyinggung kondisi medis SVT, supraventricular tachycardia yang kemungkinan tengah dialaminya.


Kisah Kopi UGD

Twitter

Karena postingan tersebut menyinggung soal Supraventricular Tachycardia (SVT), yakni peningkatan denyut jantung karena kafein. Ahli jantung dari RS Siloam Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP menjelaskan bahwa kopi bukanlah penyebab keadaan tersebut.

"SVT itu sebenernya timbul karena ada kelainan hantaran listrik jantung pada seseorang dan merupakan kelainan dari lahir," jelasnya. "Jadi bukan karena terlalu sering ngopi lalu jadi punya kelainan ini."

Lebih lanjut, dr Vito mengatakan jika kopi bisa menjadi pencetus SVT pada orang-orang yang memang sudah punya kelainan listrik jantung sebelumnya. Namun, kondisi ini bisa diatasi dengan pemberian pil anti aritmia.

"Kadang periode kumat ini stop sendiri," pungkasnya. "Sambil ke RS boleh coba minum air dingin atau taruh wajah anda di wadah air dingin atau tahan napas sebentar. Tapi kalau berlangsung lama sebaiknya ke RS saja bisa diberikan obat suntikan intravena."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait