Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago menjelaskan bahwa maksud pernyataan Jokowi adalah untuk menekankan bahwa persoalan yang dihadapi BUMN itu tidak serta merta bisa diselesaikan dalam sekejap.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 21 Desember 2019 - 17:17 WIB
WowKeren - Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan dan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menganggap pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi soal Jiwasraya seolah-olah menyalahkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa persoalan Jiwasraya sudah terjadi sejak 10 tahun yang lalu, yang mana kala itu adalah ketika SBY menjabat sebagai Presiden RI ke-6.
Terkait hal itu, Partai Nasional Demokrat (NasDem) meminta agar politikus Demokrat tidak mudah terbawa perasaan alias baper. Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago menjelaskan bahwa maksud pernyataan Jokowi yang menyebutkan bahwa Jiwasraya sudah bermasalah sejak 10 tahun lalu adalah untuk menekankan bahwa persoalan yang dihadapi BUMN itu tidak serta merta bisa diselesaikan dalam sekejap.
"Menurut saya teman-teman Demokrat tidak perlu baper," kata Irma, Sabtu (21/12). "Kan Pak Jokowi cuma bilang, bahwa persoalan Jiwasraya ini sudah ada sejak 10 tahun lalu, dan karena dibiarkan selama 10 tahun ya jadi makin berat masalahnya."
Irma menegaskan bahwa Jokowi tidak bermaksud menyalahkan pemerintahan sebelumnya. Lebih jauh, ia meminta agar tidak terlalu terbawa perasaan dalam berpolitik.
"Pak Jokowi hanya memberikan penjelasan terkait kinerja Jiwasraya yang jeblok," tegas Irma. "Kok mikirnya kejauhan sih? Tabayyun dong, nggak perlu terlalu perasaan dalam politik."
Lebih jauh, Irma meminta agar Andi Arief tidak mudah melayangkan tuduhan. "Jangan kebiasaan juga menuduh itu Andi Arief, minum air putih yang banyak agar pikirannya kembali jernih," tutur Irma.
Hal senada sebelumnya sudah disampaikan oleh pihak Istana. Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono meluruskan bahwa dalam pernyataan Jokowi tersebut sama sekali tidak berniat menyalahkan pemerintahan sebelumnya. "Tidak ada yang menyalahkan pemerintah sebelumnya kok dalam statement Presiden Jokowi," kata Dini dilansir CNN Indonesia, Sabtu (21/12).
(wk/zodi)