Kisah remaja yang menderita kanker kulit karena sering menggunakan skincare KW menjadi sorotan di dunia maya. Memastikan hal tersebut, dokter spesialis kulit dan kelamin dari DNI Skin Center memberi penjelasana seperti berikut.
- Nidya Putri
- Senin, 23 Desember 2019 - 14:59 WIB
WowKeren - Sepenggal kisah seorang remaja yang terkena kanker kulit karena kerap menggunakan produk skincare palsu atau KW. Siapa yang menyangka jika keinginan untuk mempercantik diri nyatanya akan menyebabkan sakit parah.
Kisah ini dituliskan oleh akun @yourniaa. Pada postingannya tersebut, ia menceritakan temannya yang berterimakasih kepada salah satu selebgram karena telah menyebarluaskan dampak dari penggunaan skincare abal-abal sebab dirinya saat ini terkena efek serius dari penggunaan skincare tersebut.
"Aku kena kanker kulit stadium awal. Aku nyesel se nyesel nyeselnya. Kulitku yang awalnya bruntusan terus jerawat meradang sekarang melepuh," demikian kisah yang diceritakan ulang oleh pemilik akun. "30 persen wajahku udah mulai membusuk karena dekat mata. Mata kiriku sudah mulai tidak jelas. Kankerku pertumbuhannya cepat, aku udah stadium 2."
Sontak saja, kisah tersebut mendadak viral di dunia maya. Memang mahalnya harga produk perawatan kulit di pusat perbelanjaan kerap menjadi "lahan bisnis" untuk oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk memalsukan dan menjual produk palsu tersebut.
Viralnya kisah ini lantas disorot oleh dokter spesialis kulit dan kelamin dr I Gusti Nyoman Darma Putra, SpKK dari DNI Skin Center. Ia mengatakan jika skincare palsu tak jadi penyebab langsung kanker kulit, bisa jadi ada kandungan di dalamnya yang menjadi pencetus penyakit berbahaya.
"Sebenarnya tergantung bahan yang digunakan. Pemalsuannya mengandung bahan apa," jelas spesialis kulit dan kelamin dr I Gusti Nyoman Darma Putra, SpKK dari DNI Skin Center. "Memang ada bahan yang kita tidak tahu dan bersifat merangsang kemunculan kanker namanya karsinogenik. Kalau misalnya mereka menggunakan bahan yang tergolong karsinogenik bisa saja merangsang terjadinya kanker."
Ia kemudian mencontohkan tabir surya palsu. Fungsi tabir surya adalah melindungi dari paparan sinar matahari dan mencegah kanker, namun jika membeli yang palsu otomatis tidak ada manfaat yang didapatkan dari penggunaan tabir surya tersebut.
"Kalau palsu kan dia nggak ada kekuatan melindungi, nggak ada obatnya jadi orang yang menggunakan merasa pakai tapi sebenarnya masih terpapar sinar matahari. Itu yang bisa menjadi pemicu kanker kulit," tutupnya.
(wk/nidy)