Video seorang pria yang buang air kecil (BAK) di tol layang Japek sempat menjadi sorotan. Oleh karena itu, pihak YLKI memberikan saran agar kejadian tersebut tak terulang kembali.
- Nidya Putri
- Selasa, 24 Desember 2019 - 09:58 WIB
WowKeren - Tol layang Jakarta-Cikampek (Jakpek) tengah menjadi sorotan baru-baru ini lantaran menuai kritikan dan keluhan dari masyarakat. Apalagi hingga saat ini masalah kemacetan masih menyelimuti tol yang baru berusia seminggu tersebut.
Akibat dari kemacetan tersebut membuat seorang pengguna tol terpaksa harus buang air kecil (BAK) sembarangan di tepi jalan. Hal tersebut dilakukannya karena jalanan begitu macet namun tak ada rest area yang disediakan di tol tersebut.
Sontak saja hal ini menjadi perbincangan masyarakat. Merespon hal itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyarankan agar pemerintah harus mempertimbangkan adanya pintu keluar pada jalan tol layang tersebut.
"Selain itu perlu dipertimbangkan adanya mergency exit, misalnya di km 25, sehingga pengguna tol tidak tidak tersandera di jalan tol selama berjam jam," kata Ketua Harian YLKI Tulus Abadi lewat keterangan tertulis, Senin (23/12). Hal ini diperlukan agar pengguna tidak tersandera di jalan tol berjam-jam apabila kemacetan terjadi.
"Ini bisa membahayakan keamanan dan keselamatan pengguna tol," ungkap Tulus. "Jangan sampai jalan tol layang ini menjadi produk gagal."
Sekedar informasi, tol layang Japek memang tidak memiliki rest area ataupun toilet di tengah-tengah jalan tol. Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa sudah disediakan tangga darurat untuk bisa digunakan oleh pengguna mobil turun ke bawah ketika keadaan tertentu.
Bisa saja nantinya pengguna tol yang tidak bisa menahan buang air kecil turun ke bawah untuk menemukan toilet. "Nanti di Japek (Layang) juga ada 8 (tangga) ya tapi harus turun, kalau ada yang mau buang air," tuturnya. "Tapi sebetulnya untuk emergency untuk turun ke bawah. Nah kalau sampai buang air itu pasti dia emergency, ya kan, emergency itu macam-macam."
Tak hanya itu, Selain perihal kemacetan, Tol Japek II elevated ini juga menuai beragam kritikan lain. Seperti sambungan jembatan yang tidak nyaman untuk dilewati sehingga menimbulkan efek kejut, jalan bergelombang, serta jalan aspal ada genangan air.
(wk/nidy)