Dengan mengadakan sayembara, pemerintah bisa mendapatkan masukan ide yang maksimal terkait desain ibu kota yang baru, berbeda dengan sistem tender yang relatif lebih terbatas.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 24 Desember 2019 - 13:20 WIB
WowKeren - Pemerintah telah menggelar sayembara untuk menentukan desain ibu kota baru. Dari sayembara itu juga sudah ditentukan pemenangnya.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa dengan menggelar sayembara, pemerintah bisa mendapatkan ide desain terbaik. Adapun gelaran sayembara itu memakan anggaran sekitar Rp 5 miliar. Meski demikian, Basuki mengatakan bahwa cara ini lebih baik daripada menggunakan sistem tender.
Sebab jika menggunakan sistem tender, desain yang didapat menjadi lebih terbatas. Tak hanya itu, biayanya pun bisa jadi lebih dari Rp 5 miliar.
"Kalau kami buat sayembara kan bisa kami ambil banyak dan terbaik," kata Basuki dilansir CNN Indonesia, Selasa (24/12). "Coba kalau tender, cuma satu dan biayanya bisa lebih dari Rp 5 miliar."
Rp 5 miliar tersebut akan dibagikan kepada 5 orang pemenang, yakni 3 juara utama dan 2 juara harapan. Sayembara itu rupanya juga banyak diminati oleh masyarakat, terbukti dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 700 orang peserta.
Dalam proses penilaiannya, ada tiga kriteria yang dilihat oleh pemerintah. Pertama adalah konsep identitas bangsa. Adapun alasan pemerintah menghadirkan kriteria ini karena pemindahan ibu kota tidak hanya dilakukan secara fisik namun juga terkait peradaban Indonesia ke depannya.
Sedangkan kriteria kedua adalah dari sisi keberlanjutan. Sisi keberlanjutan di sini maksudnya, bahwa pembangunan ibu kota harus memperhatikan aspek lingkungan, penanggulangan bencana, dan kesejahteraan sosial.
"Terakhir, kota bukan untuk generasi saat ini tapi untuk masa depan," tutur Basuki. "Kota harus menunjukkan kecerdasan dan modernisasi. Standar internasional."
Nantinya, pemerintah akan melakukan sinergi antara ketiga pemenang tersebut. Tak hanya desain, perencanaan gedung dan transportasi terintegrasi menjadi faktor yang akan difokuskan dalam hasil akhir. Hal itu mengingat medan lokasi ibu kota yang baru berada di kawasan perbukitan.
"Nanti para pemenang akan dibawa ke lapangan, di-fine tuning," lanjut Basuki. "Disesuaikan desain para pemenang dengan kondisi lapangan yang memang sangat berbukit-bukit dari ketinggian sampai ke teluk Balikpapan."
(wk/zodi)