Edhy Prabowo baru saja menemui nelayan dan pembudidaya lobster di Lombok. Mereka pun menyatakan penolakannya terhadap wacana ekspor benih lobster. Edhy pun akhirnya membatalkan rencananya itu.
- Anis Rosella Pitaloka
- Kamis, 26 Desember 2019 - 13:27 WIB
WowKeren - Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP) Edhy Prabowo baru saja memastikan bahwa dirinya tak akan meneruskan wacana ekspor benih lobster yang pernah digemborkannya. Hal ini disampaikannya usai menemui nelayan dan pembudidaya lobster di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (26/12).
Saat berkunjung ke sana, Edhy melihat pembudidayaan lobster berlangsung dengan baik. Melihat hal tersebut, Edhy pun akhirnya memastikan membatalkan rencananya untuk membuka kembali keran ekspor benih lobster dan mengatakan bahwa wacana tersebut hanya tinggal cerita.
"Jadi ekspor itu cuma cerita, kalau ini semua ada, jadi ekspor itu tinggal cerita saja" ujar Edhy Prabowo yang dilansir Detik pada Kamis (26/12). "Kita akan ekspor yang hasilnya," lanjut Edhy.
Edhy kemudian mempersilakan para nelayan untuk membudidayakan lobster hingga besar. "Jadi kalau memang Bapak/Ibu mau membudidaya kita kasih jalan. Kalau perlu yang 11 juta dibudidayakan saja, dibesarkan sendiri," ujar Edhy kepada para nelayan di Lombok itu.
Politisi Gerindra itu pun mengatakan bahwa ia akan mengatur cara pembudidayaan lobster agar bisa lebih baik lagi. "Nah sekarang ke depannya harus diatur, dengan cara yang seperti ini kalau dibiarkan massive ini banyak penyakit yang muncul. Jadi ke depan mau diatur untuk yang lebih baik," katanya.
Sebelumnya, dalam kunjungan kerja Edhy di kawasan Teluk Jukung itu, para nelayan di sana dengan nekat menolak wacana ekspor benih lobster tersebut di hadapan Sang Menteri. Mereka menyebut setidaknya ada 413 nelayan pembudidaya lobster yang akan dirugikan jika keran ekspor dibuka.
"Kita sangat-sangat tidak setuju ada ekspor," ujar Abdullah, salah satu nelayan pembudidaya lobster di daerah tersebut. "Walaupun celahnya (untuk dikabulkan) hanya satu persen, (kami tetap tegas) itu tidak bisa."
Nelayan lainnya, yakni Mahli juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah terdampak wacana dibukanya keran ekspor benih lobster yang mencuat akhir-akhir ini. Menurutnya, kini harga benih lobster yang biasa dipasok dari Lombok Tengah bisa mencapai Rp 20 ribu per ekor. Padahal, biasanya harga benih itu bisa ditebus dengan nominal hanya Rp 2 ribu per ekor.
Sebelumnya, diketahui bahwa wacana ekspor benih lobster menjadi pertentangan lantaran dianggap merusak keberlanjutan lobster di Indonesia dan merugikan banyak nelayan. Aturan pelarangan ekspor benih lobster itu sendiri ditegaskan oleh Menteri KKP sebelumnya, yakni Susi Pudjiastuti melalui Peraturan Menteri Nomor 56 Tahun 2016.
(wk/aros)