Pihak dokter ragu jika kandungan amphetamin berasal dari obat untuk mengatasi bipolar dan mengungkap resiko yang bakal dialami sang bayi bila minum ASI saat Medina memakai narkoba.
- Ria Susilo Wardhani
- Jumat, 03 Januari 2020 - 09:31 WIB
WowKeren - Ibunda Medina Zein, Hj Tien Wartini, angkat bicara soal kasus putrinya. Tien mengungkap kalau Medina memang sudah 4 bulanan mengonsumsi obat-obatan.
Tien menjelaskan obat tersebut dipakai untuk mengontrol penyakit bipolar yang diderita Medina. Ia juga berharap Medina bisa kembali berkumpul dengan bayinya.
"Anak saya, saya didik," kata Tien usai menjenguk Medina. "Yang saya garis bawahi, bagaimana perasaan seorang ibu yang terpisah dari bayi, dan anak saya bukan pemakai, itu aja."
Disisi lain psikiater sempat mengungkap kalau tak mungkin jika dokter merekomendasikan obat dengan unsur narkotika untuk mengatasi bipolar. Pasalnya obat dengan kandungan seperti amphetamin justru bisa membuat pasien kecanduan dan overdosis.
Dokter spesialis kejiwaan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Teddy Hidayat, dr SpKJ juga mengungkap hal serupa. Menurutnya kandungan amphetamin milik Medina itu bukan berasal dari obat yang diberikan dokter.
"Dokter tidak mungkin memberikan amphetamin karena amphetamin itu golongan narkotika. Kecuali jika dokter memberikan obat yang kerjanya mirip amphetamin," ujar Teddy Hidayat pada Tribun Jabar. "Orang bipolar beresiko pakai amphetamin karena orang bipolar cenderung aktif, energik, bertindak tanpa berpikir, melakukan impulsif. Hal itu yang membuat dia beresiko dalam penyalahgunaan narkotik. Dia karena bipolar jadi menggunakan amphetamin. Namun ada juga yang sebaliknya. Orang yang menggunakan amphetamin dan metaphetamine efek gejalanya memang mirip bipolar."
Tak cuma berbahaya buat pasien, obat amphetamin juga beresiko bila dikonsumsi wanita yang sedang menyusui. Dokter Spesialis Anak dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM mengungkap kalau bayi bisa mengalami sakau atau ketagihan zat adiktif yang didapat dari ASI ibunya. Gejalanya sama, gemetar, atau demam hingga gelisah seperti sakau pada umumnya.
"Pada beberapa bayi itu bisa sakau jika minum ASI dari ibu pengguna narkotika. Sebab dalam darah ibu itu kan semuanya saling terhubung ke ibunya. Enggak dapat sesuatu adiksinya, jadi bayi bisa sakau. Gemetar, menangis terus, kejang, hiperaktif, muntah, mencret," kata dr Utami. "Menyusui itu mendidik. Bukan hanya sekadar memberi makan bayi. Tetapi ada komunikasi, bonding, ikatan batin. Bagaimana mau fokus dan konsentrasi kalau ibunya fly."
Sebelumnya, Medina juga mengabarkan kalau bayinya mengalami demam. Namun saat itu ia mengisyaratkan kalau sang bayi demam setelah divaksin.
"Abis vaksin walaupun demam masih ceria aja deh," seru Medina. Di postingan itu, netter sempat kepo soal bayi Medina yang diduga masih minum ASI.
"Mb ternyata pemakai narkoba?kn pny baby mb😠debaynya minum asi ap sufor?ya Allah," seru netter. "Ngga asi. Medina nya pernah bilang 3 week lalu dipost nya. Ngga asi lg krn medina minum obat," bela fans.
"Lahh waktu kasus sama irwan zaskia dia blg asi," seru netter. "Tukang bohong sih. JD ga tau omongan bener nya apa," kata netter.
(wk/riaw)