BNPB Sebut Banjir Di Jabodetabek Sudah Surut 90 Persen
Nasional
Banjir Jakarta 2020

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan jika bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek sudah mulai surut hingga 90 persen.

WowKeren - Bencana banjir telah menerjang beberapa wilayah di Indonesia seperti DKI Jakarta dan sekitarnya sejak akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020. Kini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan keterangan seputar kondisi terkini dari banjir yang menerjang sejumlah wilayah Indonesia tersebut.

Kepala Pusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan jika banjir di sejumlah wilayah Indonesia sudah mulai surut. Agus mengatakan jika saat ini, banjir di wilayah Jabodetabek telah 90 persen surut.

"Iya sudah surut semua, terutama di Jabodetabek," jelas Agus seperti dilansir dari Detik, Minggu (5/1). "Sudah surut semua. Bisa dikatakan 90 persen surut."

Walau begitu, Agus tidak memungkiri jika sejumlah wilayah memang masih tergenang banjir. Meski demikian, ia menegaskan jika jumlah wilayah yang terendam banjir sudah jauh berkurang.

Rupanya, wilayah yang masih tergenang banjir terjadi di Bekasi. Dilaporkan dari BNPB, dari 86 titik banjir di Bekaso, yang belum surut hanya tinggal satu titik saja. Sementara 85 titik banjir di Bekasi sudah dipastikan surut.


Agus mengatakan jika BNPB terus melakukan koordinasi dari berbagai pihak seperti TNI, Polri, LSM hingga PMI terkait penanggulangan banjir. BNPB saat ini masih fokus pada tahap pemulihan di wilayah yang terkena banjir.

"Jadi sekarang semua itu tadi pagi hari ini semua pihak itu tadi turun semua. Ini bencana urusan bersama, pemerintah, TNI turun, Polri turun, LSM, PMI, Baznas, Bazis, relawan-relawan juga turun semua untuk membersihkan itu," jelas Agus. "Dengan mobil apa itu, water cannon, menyemprot jalan. Ya diharapkan dalam beberapa hari masyarakat sudah pulang semua."

Selain itu, BNPB juga menanggapi terkait prediksi cuaca eksrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sebelumnya, BMKG telah menyebutkan jika sejumlah wilayah berpotensi terkena cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat mulai tanggal 5 hingga 12 Januari 2020 mendatang.

BNPB pun langsung memberikan imbauan kepada masyarakat untuk terus waspada dan menyiapkan sejumlah barang jika sewaktu-waktu harus mengungsi karena banjir. Tak hanya itu, BNPB juga meminta masyarakat agar bergotong royong dalam membersihkan lingkungan pasca tergenang banjir.

"Kepala BNPB kemarin kan mengimbau seluruh pihak masyarakat untuk bergotong royong membersihkan lingkungannya," terang Agus. "Terus masyarakat supaya sarannya ya siaga menyiapkan kalau darurat ya mempersiapkan apa macam-macam. Nanti kalau mau mengungsi dibawa gitu, persiapan-persiapan ya gak ada cara lain. Terutama membuat semacam sistem."

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts