Simpatisan Jokowi menilai Anies Baswedan berpotensi besar maju sebagai Capres 2024. Oleh karena itu, mereka pun mulai melakukan 'penjaringan' untuk melawan Anies di Pilpres 2024.
- Elvariza Opita
- Selasa, 07 Januari 2020 - 14:29 WIB
WowKeren - Belum genap seratus hari sejak Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin menjabat, namun langkah politik untuk menyambut tahun 2024 sudah digelar. Tak hanya dari kalangan pelaku politik praktis, pegiat media sosial dan simpatisan pun mulai menggalang "kekuatan".
Hal ini terbukti dari berkumpulnya simpatisan Jokowi pada demi membangun strategi menyambut Pemilihan Presiden 2024. Dalam kesempatan itu, secara terang-terangan mereka mengakui sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sangat berpotensi untuk dicalonkan di Pilpres 2024.
"Kemarin saya ketemu dengan Denny JA, kalau pemilu diadakan hari ini, pemenangnya siapa? Anies Baswedan," tutur pegiat media sosial, Rudi S Kamri. "Tidak apa-apa. Itu kenyataan. Kenyataan yang membuat kita harus segera, apa namanya, evaluasi diri."
Rudi mengungkap kubunya belum menemukan sosok yang bisa menggantikan Jokowi di Pilpres 2024 nanti. Hal itulah yang harus segera diantisipasi demi soliditas barisan pendukung.
Lebih lanjut, Rudi pun menyatakan ada sejumlah nama potensial yang bisa dicalonkan dari kubu Jokowi. Beberapa di antaranya seperti Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. "Ada Pak Tito, ada Pak Ganjar," jelas Rudi, dikutip dari CNN Indonesia.
Tak melulu serius membahas strategi, Rudi pun sempat berseloroh soal potensi Ade Armando, dosen yang dilaporkan gegara meme Joker Anies Baswedan, menjadi Capres. Menurutnya Ade bisa menjadi Capres, dengan syarat Cawapresnya harus khusus.
"Ada Pak Ade Armando, gitu ya. Kalau Pak Ade jadi presiden, wakilnya Fahira (Idris) pasti. Itu kan damai Indonesia," kata Rudi. Sebagai informasi, perseteruan antara Fahira dan Ade memang berlangsung cukup sengit ketika kasus meme Joker Anies sedang "panas-panasnya".
Di sisi lain, Rudi mengakui kubu "sebelah" memang memiliki sejumlah kelebihan. Seperti di antaranya pendukungnya yang solid mendukung satu sosok, yang tak lain adalah Anies.
"Di kelompok kita itu terlalu banyak. Di kelompok sebelah hanya satu. Itu kelebihan mereka," tutur Rudi. "Mereka begitu solid. Mereka begitu sabar dan kita tercerai berai."
(wk/elva)