Tarmuji mengaku sedih jika musim hujan seperti sekarang. Sebab, bukan hanya ia saja yang kehujanan saat turun hujan namun juga putrinya yang turut serta berjualan keliling bersamanya.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 10 Januari 2020 - 20:59 WIB
WowKeren - Nama Tarmuji, warga Desa Tegaldowo, Tirto, Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, mendadak viral. Ia adalah seorang ayah yang juga sekaligus mengemban tugas sebagai ibu bagi anaknya.
Sehari-harinya, Tarmuji menjual roti dengan berkeliling menggunakan sepeda motor. Berbeda dari penjual lainnya, saat menjajakan barang dagangannya itu, ia juga harus menggendong putrinya yang berusia 6,5 tahun. Ia harus mengajak serta putrinya berkeliling berjualan roti lantaran di rumah tidak ada yang mengurus.
Hal itu lantaran putrinya yang lain yang berusia lebih tua, harus belajar di sekolah menengah. Sedangkan istri Tarmuji sudah meninggal dunia sejak Agustus 2019 lalu.
"Kalau jualan saya gendong di depan motor keliling kabupaten, bahkan Kota Pekalongan," kata Tarmuji dilansir Kompas, Jumat (10/1). "Seperti di Pasar Batik Setono."
Putrinya tersebut mengidap lumpuh layuh. Meskipun masih bisa berjalan namun kondisinya lemas. Setiap harinya, ia akan mulai berkeliling saat pagi hari. Kemudian menjelang siang ia akan kembali ke rumah untuk menyuapi anaknya. Setelah itu ia kan lanjut berjualan sampai menjelang maghrib. "Habis ashar biasanya berangkat lagi sampai maghrib," tambah dia.
Ia pun mengaku banyak orang yang berbaik hati kepada keluarganya. Bahkan tak kalah menyayat hati, ia mengaku sedih jika sudah musim hujan seperti sekarang. Sebab jika turun hujan, bukan hanya dirinya saja yang kehujanan, tapi juga putrinya yang ikut berjualan bersamanya.
"Banyak yang baik hati, ngasih anak saya jajan maupun makanan kalau berjualan," tutur Tarmuji. "Di musim hujan sekarang paling sedih saya karena anak kehujanan kalau ikut berjualan keliling."
Sementara itu, jumlah pendapatan yang dia peroleh dari menjual roti tidaklah pasti, berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 60 ribu. Hal itu bergantung pada berapa banyak jumlah roti yang terjual. Ia mengaku selain menggunakan uang tersebut untuk menyekolahkan anaknya, juga untuk meninggikan rumahnya yang ikut terendam banjir.
"Alhamdulillah sudah diberi pasir dan batu lantainya, tapi atap rumah belum ditinggikan," lanjut Tarmuji. "Jadi kalau beraktivitas, harus menunduk terus."
(wk/zodi)