'Ratu' Keraton Agung Sejagat Sempat Update Status Medsos Usai Ditangkap, Ini Kata Polisi
Nasional
Fenomena Kerajaan Fiktif

'Ratu' Keraton Agung Sejagat , Fanni Aminadia, masih bisa membuat unggahan di media sosial meski telah ditangkap oleh pihak kepolisian bersama 'Sang Raja' Sinuhun Totok Santosa pada Selasa (14/1).

WowKeren - Kehadiran Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, membuat publik Indonesia heboh belakangan ini. Pihak kepolisian sendiri kini telah menangkap dan menetapkan "Raja" dan "Ratu" Keraton Agung Sejagat sebagai tersangka dugaan penipuan dan perbuatan onar.

"Sang Ratu", Fanni Aminadia, rupanya sempat membuat unggahan di media sosial setelah ia ditangkap polisi pada Selasa (14/1) kemarin. Fanni mengaku kepada polisi bahwa dirinya membutuhkan ponsel untuk menghubungi keluarganya.


Akan tetapi, ponsel tersebut justru dibuatnya untuk membuat unggahan di media sosial. "Kita persilakan (pinjam ponsel), ternyata dipakai yang lain, buat (update) medsos," jelas Direskrimum Polda Jawa Tengah (Jateng) Kompol Budi Haryanto di Semarang, dilansir detikcom pada Jumat (17/1).

Budi menjelaskan bahwa pihak kepolisian bersedia meminjamkan ponsel karena Fanni beralasan hendak menghubungi keluarganya. Budi juga mengaku bahwa polisi memperlakukan "Ratu" Keraton Agung Sejagat itu dengan baik.

"Dia minta izin hubungi keluarga, kita kasih kesempatan to," tutur Budi. "Nanti kita dikira memperlakukan kayak tersangka teroris, padahal kita koorporatif, kasih makan, kasih minum, dia sendiri yang enggak mau makan."

Sementara itu, pihak kepolisian mengaku akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi mental Fanni. Pasalnya, Fanni seakan masih terjebak dalam halusinasinya karena terus merasa menerima amanah sebagai ratu. Bahkan, Fanni mengklaim ia diamanahi untuk menyelamatkan dunia.

"Akan kami cek psikologisnya dengan tim dari Dokkes Polda Jawa Tengah dan dibantu Pusdokkes Mabes Polri," ujar Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, di Semarang pada Jumat (17/1). Selain itu, Rycko mengungkap bahwa pemeriksaan mental itu tak perlu dilakukan terhadap "Raja" Sinuhun Totok Santosa karena ia lebih kooperatif.

Di sisi lain, putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, sempat ikut mengomentari kasus ini. Yenny menyebut bahwa keraton yang mengklaim sebagai penerus Majapahit itu adalah fenomena halu yang tengah merebak di masyarakat.

You can share this post!

Related Posts