Bongkar Rahasia Tekan Polusi di Surabaya, Walkot Risma: Masa Saya Larang OKB Naik Mobil?
Nasional

Sebelumnya, Wali Kota Tri Rismaharini sempat menyebut bahwa keadaan polusi di Surabaya tidak separah seperti di Jakarta. Ia pun mengungkapkan salah satu cara menekan polusi.

WowKeren - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sempat membandingkan keadaan polusi di DKI Jakarta dengan wilayahnya. Risma mengklaim keadaan polusi di Surabaya tidak separah seperti di Jakarta. Ia juga menyebut bahwa banyak warga Jakarta yang pindah lantaran banyak anak-anak terjangkit penyakit asma akibat polusi udara yang kotor.

"Indeks properti di Surabaya setinggi di Indonesia karena lingkungan kita bagus. Banyak warga Jakarta pindah ke Surabaya karena anaknya asma. Begitu ke Surabaya mereka enggak sakit lagi," ujar Risma dalam gelaran Indonesia Milenial Summit di The Tibrata, Jakarta pada Jumat (17/1). "Makanya Surabaya seperti hutan. Di tengah kota tapi seperti hutan. Karena selalu saya tambah terus (pohonnya) karena mobilnya tambah terus."


Kini, Risma mengungkap triknya untuk menekan polusi di Kota Pahlawan. Ia mengaku sengaja menanam banyak pohon untuk memberikan kerindangan kepada warga sekaligus menyerap karbondioksida penghasil polusi.

Lebih lanjut, Risma menuturkan bahwa dirinya tak mungkin bisa melarang masyarakat untuk mengendarai mobil pribadi. Risma lantas berseloroh bahwa ia merasa tak adil apabila Orang Kaya Baru (OKB) yang baru membeli mobil dilarang untuk mengendarai kendaraannya itu.

"Masa misal mbaknya baru beli mobil, pengen naik mobil, ndak aku bolehin, tak suruh naik angkutan umum saja? Ya ndak lah," tutur Risma di Surabaya dilansir detikcom pada Sabtu (18/1). "Masa saya ngelarang Orang Kaya Baru, kan ndak adil. Padahal mimpi punya mobil, kan ndak adil."

Oleh sebab itu, Risma sering melakukan penghijauan di sepanjang jalan Surabaya. Selain pohon, tanaman lidah mertua yang dipercaya ampuh menghisap polusi juga ditanam di sepanjang jalan.

Politisi PDIP tersebut lantas melempar canda dan menyebut lama-lama Surabaya bisa menjadi hutan. "Jadi ya bagus, tapi kotanya jadi kayak hutan, tak tambahi tanaman terus. Karena ya memang begitu cara melawannya (polusi)," kata Risma.

Sementara itu, soal penggunaan mobil pribadi, Risma percaya bahwa akan ada saatnya masyarakat tersadar soal bahaya polusi dan lebih mencintai lingkungan. "Nanti suatu saat kan pasti akan sadar sendiri, tapi bahwa kalau itu harus diimbangi. Makanya aku nanam pohon terus," pungkas Risma.

You can share this post!

Related Posts