Area Diisolasi Gegara Virus Corona Hingga Jadi Kota Hantu, WNI di Wuhan Buka Suara
Nasional
Wabah Virus Corona

Wabah Virus Corona tengah menjadi bahasan panas masyarakat beberapa waktu belakangan. Pasalnya virus ini diketahui menyebar dengan cepat dan sudah menyebabkan puluhan nyawa melayang.

WowKeren - Wabah virus Corona menjadi bahasan panas beberapa waktu belakangan. Hal ini tentu tak lepas dari cepatnya kecepatan penyebaran virus yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok itu.

Bahkan pesatnya penyebaran virus membuat pemerintah Tiongkok mengambil langkah tegas dengan mengisolasi sejumlah area, termasuk Wuhan. Transportasi menuju dan keluar dari Wuhan pun dibatasi demi mengurangi potensi penyebaran virus.


Isolasi area ini membuat Wuhan jadi terkesan seperti kota hantu. Wilayah yang menjadi sepi dan dingin serta interaksi antarwarga yang minim menjadi alasan Wuhan pasca diisolasi sampai dijuluki demikian.

Dan di tengah situasi pelik itu, Yuliannova, seorang WNI yang sudah tiga tahun terakhir tinggal di Wuhan angkat bicara. Mahasiswa S3 di Central China Normal University itu mengaku terus mendapat informasi berkala dari pemerintah setempat soal rencana pengisolasian wilayah.

Namun demikian, Yulia menampik bila warga Wuhan jadi minim interaksi. Sebab menurutnya aktivitas di dalam Wuhan tetap berjalan sebagaimana mestinya meski akses keluar dan masuk wilayah sementara ditutup.

Situasi pun tak semencekam yang dibayangkan. Masih banyak warga yang berlalu lalang di setiap sudut kota, apalagi mengingat sebentar lagi Hari Raya Imlek akan tiba.

Hanya saja pemerintah mengimbau agar warga menghindari tempat ramai demi menghindari kontak virus lebih lanjut. Imbauan ini pun turut disampaikan kepada 83 WNI yang ada di Wuhan.

"Aktivitas masih seperti biasa, mau pergi boleh, kemana aja boleh," ujar Yulia, Jumat (24/1). "Saya kemarin putuskan keluar rumah untuk membeli makanan dan kebutuhan untuk beberapa hari ke depan sampai toko-toko kembali buka."

"Sebagian toko dan tempat publik memang tutup tapi itu karena menjelang perayaan Imlek, bukan karena isolasi penyebaran virus corona. Kita masih bisa ke pasar dan tempat lainnya, tapi karena isolasi pasokan makanan ke Wuhan sulit dan sebabkan kenaikan harga saja," lanjutnya, dikutip dari CNN Indonesia.

Kendati wabah virus Corona ini membuat sebagian besar orang merasa ngeri, Yulia memastikan kondisi di Wuhan sendiri masih normal. Oleh karena itu bagi siapapun yang memiliki keluarga maupun kerabat di Wuhan tak perlu panik.

"Kami WNI di Wuhan juga terus berkoordinasi dengan pihak KBRI di Beijing. Atase pendidikan KBRI Beijing juga sudah mengontak kami dan mendata ada berapa WNI terutama pelajar yang ada di kota ini," pungkas Yulia.

You can share this post!

Related Posts