Wabah virus Corona terus menjadi sorotan publik dunia. Pasalnya virus yang masih 'berkeluarga dekat' dengan SARS ini menyebar begitu cepat namun belum memiliki 'lawan' sepadan.
- Elvariza Opita
- Kamis, 30 Januari 2020 - 13:47 WIB
WowKeren - Wabah virus novel Corona (n-Cov) terus menjadi momok menakutkan bagi setiap individu di berbagai belahan dunia. Tak mengenal ras dan geografis, virus ini aktif menyerang sistem pernapasan setiap individu yang rentan terpapar.
Selain penyebaran yang cepat, virus yang masih bersaudara dengan SARS dan MERS ini juga "dibekali kemampuan" menginfeksi yang begitu dahsyat. Terbukti dari banyaknya pasien terkonfirmasi mengidap virus Corona, dengan ratusan diantaranya meninggal dunia.
Informasi terbaru menyebut 170 orang meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya, yakni 132 korban jiwa, atau setara dengan naik sampai 29 persen.
Jumlah pasien yang dikonfirmasi terinfeksi virus mematikan ini pun terus bertambah. Setidaknya sebanyak 7.864 kasus terkonfirmasi virus Corona.
Selain Tiongkok, ada 17 negara lain yang telah mengonfirmasi penyakit serupa. Di Asia sendiri Thailand menjadi negara terbanyak kedua pasca Tiongkok, yakni 8 kasus. Sedangkan di luar Asia, Australia dan Amerika Serikat masing-masing mengonfirmasi lima kasus. Virus ini juga telah dikonfirmasi di daratan Eropa.
Komisi Kesehatan Tiongkok (NHC) ikut menambahkan fakta mengerikan lain soal virus ini. NHC menyebut virus Corona bisa menular dalam masa inkubasi dua minggu alias menyebar semakin kuat.
"Wabah ini diperkirakan masih akan berlanjut untuk beberapa waktu," ujar Menteri Kesehatan Tiongkok, Ma Xiaowei, dikutip dari South China Morning Post, Kamis (30/1).
Pemerintah Tiongkok pun melakukan berbagai upaya demi mencegah penyebaran virus tersebut. Salah satunya dengan meneliti senyawa yang diharapkan bisa mengendalikan penyebaran serta mengobati infeksi virus Corona di tubuh manusia.
Kementerian Keuangan Tiongkok pun menggelontorkan dana sebesar 27,3 miliar Yuan atau setara USD 3,9 miliar untuk masalah kesehatan ini. Dana itu antara lain digunakan untuk membangun rumah sakit khusus infeksi Corona di Wuhan, kota yang disebut menjadi awal mula wabah mematikan ini terjadi.
(wk/elva)