Lokasi Karantina WNI dari Wuhan Dianggap Mengenaskan, Kemenkes Buka Suara
Twitter/dedi_yudia
Nasional
Wabah Virus Corona

Ratusan WNI dari Wuhan, Tiongkok akhirnya dievakuasi pemerintah pada Minggu (2/2) kemarin. Kekinian mereka harus menjalani observasi terlebih dahulu di Natuna.

WowKeren - Sebanyak 238 WNI di Wuhan, Tiongkok akhirnya berhasil dievakuasi ke Indonesia. Namun tak langsung dikembalikan ke keluarga masing-masing, para WNI itu harus menjalani proses karantina di Natuna, Kepulauan Riau.

Namun bukannya dikarantina di rumah sakit atau fasilitas medis lain, para WNI itu justru ditempatkan di lokasi serupa barak tentara. Dalam potret yang beredar di media sosial, terlihat tenda-tenda berwarna hijau didirikan di dalam sebuah hanggar.

Di dalam tenda itu dilengkapi dengan tempat tidur sederhana serta alat mandi. Sebuah alat pendingin berukuran besar ditempatkan di sudut-sudut ruangan.

Tak pelak kondisi ini membuat publik mengernyit heran, bahkan ada yang terang-terangan mengkritik lokasi karantina tersebut. Pasalnya alih-alih seperti tempat karantina pasien yang berpotensi mengidap virus mematikan, lokasi itu lebih tepat disebut selayaknya tenda pramuka.

Lokasi Karantina WNI dari Wuhan Dianggap Mengenaskan, Kemenkes Buka Suara-1

Twitter

"Tempat karantina WNI kita di Natuna. Seperti tenda pramuka. Kasian WNI kita. #Coronavirus #Natuna," cuit @dedi_yudia sebagai salah satu warganet yang mengunggah potret "tenda pramuka" para WNI dari Wuhan itu.


Menanggapi cibiran dari warganet, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Achmad Yurianto, pun angkat bicara. Ia menjelaskan alasan mengapa mereka tidak dikarantina di rumah sakit.

"Ya, bukan (dikarantina di) rumah sakit," ujar Achmad pada Senin (3/2). "Kalau orang sakit masukkan RS, kalau orang sehat ya masukkan rumah sehat. Ini semua orang sehat kok."

Memang suasana di lokasi karantina selayaknya perkemahan dalam skala besar. Segala aktivitas dilakukan bersama, mulai dari makan hingga mengobrol. Beberapa WNI pun terlihat mengenakan masker selama beraktivitas.

Di sisi lain, penolakan atas WNI yang dievakuasi dari Wuhan terus dilakukan oleh masyarakat Natuna. Seorang warganet dengan akun @rino_efendy mengungkapkan setidaknya 4 alasan mengapa karantina itu ditolak.

Lokasi Karantina WNI dari Wuhan Dianggap Mengenaskan, Kemenkes Buka Suara-2

Twitter

"Fyi : 1. Warga natuna merasa di bohongi oleh media dan pemerintah, Bilang kalau jarak karantina 5KM dr pmukiman pndduk," cuitnya. "2. Di natuna, jarak karantina kurang dr 2km dr pmukiman pnduduk 3. Standart WHO jarak karantina minimal 5km. 4. Tempat karantina hanya tenda di dlm hanggar."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts