Pemerintah Akui Sedang Kaji Rencana Pemulangan WNI Eks ISIS, Setuju?
Nasional
Pro-Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS

WNI yang bertolak ke Suriah demi bergabung dengan ISIS diketahui kerap memohon agar bisa kembali ke Indonesia. Pemerintah pun mengaku tengah mengkaji rencana pemulangan tersebut.

WowKeren - Indonesia tampaknya berencana untuk "menarik pulang" warganya yang tersebar di beberapa negara. Pasalnya dua rencana evakuasi besar-besaran tengah dilakukan oleh pemerintah.

Yang pertama adalah mengevakuasi ratusan WNI di Wuhan, Tiongkok pada Minggu (2/2) kemarin. Hal ini dilakukan lantaran kota tersebut terisolasi dan menyebabkan WNI di dalamnya ikut terpapar virus Corona.


Kini pemerintah juga berencana untuk memulangkan eks kombatan organisasi terorisme internasional, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Namun demikian wacana ini langsung dibantah oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius.

Menurut Suhardi, belum ada kesepakatan final soal rencana pemulangan ratusan WNI eks kombatan ISIS. Rencana ini, jelas Suhardi, masih dalam tahap pembahasan dengan beberapa instansi terkait.

"Iya (belum diputuskan). Maish dibahas di Kemenkopolhukam, melibatkan kementerian dan instansi terkait," terang Suhardi, Minggu (2/2).

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Agama Fachrul Razi. Purnawirawan jenderal TNI itu menyebut pemerintah masih mengkaji peluang untuk memulangkan WNI eks ISIS ke Indonesia.

"Rencana pemulangan mereka itu belum diputuskan pemerintah," tegas Fachrul, seperti dilansir dari situs resmi Kemenag, Senin (3/2). "Dan masih dikaji secara cermat oleh berbagai instansi terkait di bawah koordinasi Menkopolhukam."

Pengkajian ini, ujar Fachrul, terkait dengan dampak yang ditimbulkan. Pasalnya para eks anggota ISIS itu diketahui telah terpapar ideologi yang sangat radikal.

Oleh karena itu, diperlukan upaya pembinaan dan deradikalisasi WNI eks ISIS jika nanti benar dipulangkan. Untuk hal ini merupakan kewenangan BNPT untuk mempertimbangkan.

"Kita akan terus upayakan langkah terbaik, dengan menjalin sinergi semua elemen masyarakat," kata Fachrul. "Tidak hanya pemerintah, tetapi juga LSM dan ormas keagamaan."

"Semua kita ajak dan bina untuk mendekat pada titik gravitasi kesetimbangan, berupa moderasi beragama," sambungnya. "Semoga hal ini juga bisa dilakukan kepada para eks ISIS jika mereka akan dipulangkan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts