Masker N95 Langka Sampai Tembus Jutaan Rupiah, Ternyata Ini Penyebabnya
Nasional
Wabah Virus Corona

Masker N95 menjadi salah satu barang yang langka dijumpai pasca wabah virus Corona merebak. Bahkan harganya melonjak tajam sampai mencapai Rp 3 juta per buahnya.

WowKeren - Masker menjadi salah satu produk yang mendadak menjadi barang langka di tengah wabah virus Corona. Pasalnya semua orang berlomba-lomba membeli produk tersebut demi mengurangi potensi terpapar virus.

Salah satu masker yang banyak dipakai adalah tipe N95. Masker yang diklaim bisa menyaring 95 persen partikel ini mendadak menjadi langka di berbagai toko alat kesehatan hingga menyebabkan harganya melonjak tajam.

Tak main-main, harga masker N95 kekinian bisa mencapai Rp 3 juta per buahnya. Padahal biasanya masker ini hanya dibanderol dengan harga Rp 20-50 ribu per buahnya.

Tentu penyebab kelangkaan ini menjadi sorotan banyak pihak. Pengusutan pun dilakukan, termasuk demi menghindari adanya potensi kartel yang bermain di baliknya. Namun rupanya bukan kartel, belakangan terungkap hal inilah penyebabnya.

Dilansir dari Antara, ternyata warga negara Singapura lah yang berperan besar dalam mengurangi ketersediaan masker N95, khususnya di Batam, Kepulauan Riau. Pasalnya warga negara tetangga itu rela "menyeberang" hanya demi memborong masker dari Batam.

"Ada banyak informasi yang saya dapat bahwa warga Singapura membeli masker hingga berkarung-karung," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana, Kamis (6/2). "Ini tidak dibenarkan."


Sikap warga Singapura itu pun belakangan telah mendapat protes keras dari masyarakat Batam. Apalagi aksi mereka membuat masyarakat Batam, yang belakangan dibuat khawatir karena Natuna dijadikan lokasi observasi WNI pasca dievakuasi dari Wuhan, kesulitan mendapatkan masker.

Menurut Tjetjep, jarak yang dekat membuat warga Singapura berkenan menyeberang demi memborong masker di Batam. Tak hanya itu, mereka juga memborong sabun cuci tangan kemasan.

Oleh karena itu, Tjetjep mengaku akan berkoordinasi dengan Bea dan Cukai. "Hari ini kami akan bahas soal itu, dan yang lainnya," terang Tjetjep, dilansir dari laman CNN Indonesia.

Di sisi lain, ia memastikan Kemenkes telah menyiapkan ratusan ribu masker untuk masyarakat Kepulauan Riau, yang notabene memang lebih dekat dengan Natuna. Setidaknya ada 150 ribu masker yang disiapkan untuk seluruh masyarakat Kepri.

Sedangkan untuk warga Kabupaten Natuna yang menjadi tempat observasi mendapat jatah sampai 100 ribu masker. Namun demikian, menurut Tjetjep warga tak perlu terlalu khawatir dan memakai masker setiap harinya.

"Untuk warga lainnya belum wajib menggunakan masker, kecuali yang dalam kondisi batuk, pilek, dan gangguan pernapasan," tuturnya. Sejauh ini hanya petugas yang berjaga di seluruh pintu keluar masuk wilayah Kepri lah yang wajib menggunakan masker.

(wk/elva)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait