Daily Mail Sebut Bali Bak Kota Hantu Imbas Virus Corona, Begini Faktanya
Nasional
Wabah Virus Corona

Dalam artikelnya, media asal Inggris Daily Mail menyebut bahwa Bali berubah menjadi 'kota hantu' karena sepinya pengunjung yang tak lain adalah imbas dari merebaknya virus corona.

WowKeren - Dinas Pariwisata Bali angkat bicara menanggapi tudingan pemberitaan media asal Inggris, Daily Mail. Dalam artikelnya, Daily Mail menyebut bahwa Bali yang selama ini menjadi primadona wisata telah berubah menjadi "kota hantu" karena sepinya turis yang berkunjung.

Kondisi itu, disebut media tersebut tak lepas dari imbas merebaknya virus corona yang berbuntut pada anjloknya jumlah turis asal Tiongkok. Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa menyatakan bahwa artikel itu tak lebih dari hoaks semata.

"Bali seperti yang diberitakan diibaratkan seperti kota hantu karena sepi wisatawan adalah hoaks," kata Astawa dalam keterangan persnya, Selasa (11/2). Ia tidak menampik jika jumlah turis di Bali memang mengalami penurunan, namun hanya turis dari Tiongkok.

Sedangkan jumlah turis dari negara lainnya jumlahnya masih stabil. Dikatakannya, penurunan jumlah turis asal Tiongkok berkisar antara 25-27 persen.


"Penurunan wisatawan memang terjadi, tapi itu khusus market Tiongkok saja, sekitar 25-27 persen," jelas Astawa"Sementara market yang lain masih on schedule, belum ada yang cancel."

Lebih detail, ia menjelaskan bahwa jumlah penurunan hanya sekitar satu juta orang. Meski jumlah wisatawan asal Tiongkok menurun, namun Bali akan berupaya untuk mendatangkan wisatawan asal negara-negara lain.

"Saya menekankan, pengurangan hanya terjadi di angka 1 jutaan tersebut, namun untuk angka yang lain masih relatif aman," tegas Astawa. "Karena kasus ini kita akan gaet wisatawan Eropa, Australia atau Amerika untuk datang ke Bali."

Untuk mendukung upaya tersebut, Dinas Pariwisata Bali juga menyiapkan diskon untuk sejumlah akomodasi seusai arahan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama. Potongan harga akan diberikan pada penerbangan, hotel, agen perjalanan, hingga atraksi wisata. "Untuk itu kita perlu berkoordinasi dengan stakeholder terkait dan asosiasi pariwisata," ujarnya.

Untuk membangun citra Bali yang positif, pihak pariwisata Bali juga telah melayangkan surat ke kepala negara untuk menggelar rapat internasional di Bali. "Semoga ini bisa berjalan dengan baik," imbuh Astawa.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts