Klaimnya Soal Rekomendasi Formula E di Monas Dibantah TACB, Anies Serahkan ke Bawahan
Nasional
Kontroversi Formula E

Ketua TACB Pemprov DKI, Mundardjito, sebelumnya membantah klaim Gubernur DKI Anies Baswedan dan mengaku tidak mengeluarkan surat rekomendasi terkait gelaran Formula E di Monas.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kini tengah ramai disorot terkait polemik gelaran Formula E di Monumen Nasional (Monas). Diketahui, Anies sempat mengklaim bahwa pihaknya telah mengantongi izin dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait gelaran Formula E. Klaim Anies ini dinyatakan dalam suratnya kepada Menteri Sekretaris (Mensesneg) Pratikno.

Sayangnya, Ketua TACB Pemprov DKI, Mundardjito, membantah klaim Anies tersebut. Mundardjito mengaku bahwasanya TACB DKI Jakarta tidak diberitahu terkait perhelatan internasional yang akan dilaksanakan di sekitar Cagar Budaya tersebut.


"Tidak diberitahu juga jadi diam aja gitu. Saya enggak tahu (soal rekomendasi)," kata Mundardjito dilansir CNN Indonesia, Rabu (12/2). "Kita (TACB) enggak bikin, kan saya ketuanya."

Menanggapi polemik rekomendasi TACB ini, Anies rupanya enggan memberikan penjelasan. Pasalnya, tutur Anies, Dinas Kebudayaan DKI telah menjelaskan perihal ini terlebih dahulu. "Kan sudah (dijelaskan) dari Kepala Dinas (Kebudayaan)," ujar Anies di Balai Kota DKI pada Kamis (13/2).

Anies pun lebih memilih untuk menyampaikan terima kasihnya kepada Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka yang diketuai Pratikno yang telah mengijinkan penggunaan kawasan Monas sebagai lintasan Formula E. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut mengaku pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak penyelenggara Formula E.

"Saya ingin sampaikan apresiasi pada Komisi Pengarah yang telah berikan persetujuan sehingga Formula E bisa dilaksanakan di Monas," tutur Anies. "Pihak DKI komunikasi intensif dengan pihak pengelola Formula E. sekaligus juga dengan FIA (Federasi Otomatis Internasional)."

Menurut Anies, pihaknya hanya memiliki waktu singkat untuk mempersiapkan kawasan Monas sebagai lintasan Formula E. Pasalnya, perhelatan internasional tersebut akan dilaksanakan pada 6 Juni 2020 mendatang, kurang dari 4 bulan lagi.

"Waktu relatif terbatas, kami akan kerahkan semua sumber daya tapi dengan tetap gunakan kawasan Monas," tegas Anies. "Maka tidak ada perubahan perencanaan yang harus dilakukan, baik dari ukuran jalan, konstruksinya, itu semua siapkan berbulan-bulan bisa terlaksana."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts