Viral Gerobak Medis Jalan Sendiri di RSUD Wonosari, Pihak RS Angkat Bicara
SerbaSerbi

Dalam video yang viral beredar, terlihat sebuah gerobak roda 3 tiba-tiba berjalan dengan sendirinya, sedangkan tidak terlihat ada orang yang menarik maupun mendorong di dekatnya.

WowKeren - Jagad maya kembali digegerkan dengan video berisi rekaman kejadian tak biasa di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta. Bagaimana tidak, dalam video tersebut terlihat sebuah gerobak berjalan dengan sendirinya.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @tugujogja.id, terlihat sebuah gerobak beroda tiga tiba-tiba berjalan dengan sendirinya. Padahal, sama sekali tidak terlihat ada yang menarik maupun mendorongnya.


Terkait hal ini, pihak RS pun angkat bicara. Kepala Instalasi dan Sanitasi RSUD Wonosari, Priyatno Budiharto, membenarkan jika peristiwa terjadi di RSUD Wonosari. "Iya kejadian di RSUD. (Mungkin) kejadiannya siang. Jam sembilan-an," kata Priyatno di Gunungkidul, Rabu (12/2).

Priyatno enggan mengaitkan kejadian tersebut dengan hal-hal berbau gaib. Menurutnya, ada sejumlah kemungkinan yang menyebabkan gerobak tersebut berjalan dengan sendirinya. Misalnya karena faktor angin ataupun ada orang usil yang melempar batu ke arah gerobak tersebut hingga membuatnya berjalan.

"Kalau melihat video itu, itu siang hari dan pintu dibuka insyaallah ada orangnya sebenarnya. Kalau lihat videonya," jelas Priyatno. "Bisa kemungkinan angin, hanya angin bisa juga ada istilahnya yang usil lempar batu atau apa saya enggak tahu."

Lebih jauh, ia menyebut bahwa gerobak tersebut memang pada dasarnya mudah digerakkan. Sebab, gerobak tersebut dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan para petugas mengangkut limbah medis.

"Tapi dari sisi gerobak sangat mudah sekali itu," lanjut Priyatno. "Ada ban satu yang mudah bergerak karena di-setting memudahkan teman-teman mengangkut limbah medis."

Hal serupa juga disampaikan oleh Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUD Wonosari, Sumartono. Sumartono menegaskan bahwa peristiwa itu tidak berkaitan dengan hal gaib. Ia mengaku akan menelusuri siapa yang menyebarkan rekaman CCTV yang tidak seharusnya menjadi konsumsi publik.

"Terkait ada video ini saya tau dari pesan berantai. Setelah itu baru saya telusuri, termasuk yang menyebarkan juga akan kami usut," kata Sumartono. "Sebab CCTV kan untuk pengawasan bukan konsumsi publik. Kemungkinan yang terjadi seperti itu dari yang punya alatnya."

You can share this post!

Related Posts