Kabupaten Penajam Paser Utara 'Ibu Kota Baru' Kembali Terendam Banjir
Nasional

Sebelumnya, Kabupaten Penajam Paser Utara juga sempat diterjang banjir pada 30 Januari 2020 lalu. Saat itu, air merendam sawah seluas 3 km di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku.

WowKeren - Salah satu wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, baru saja diterjang banjir akibat curah hujan tinggi sejak Senin (17/2) malam. Diketahui, Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan salah satu lokasi yang terpilih sebagai Ibu Kota Indonesia baru.

"BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Penajam Paser Utara melaporkan telah terjadi banjir di Desa Bukit Subur, Penajam pada pukul 05.00 Wita," tutur Kapusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, pada Selasa (18/2). "Akibat intensitas hujan yang tinggi."

Berdasarkan keterangan foto dari BNPB, ketinggian banjir tersebut mencapai betis orang dewasa. Menurut Agus, belum ada laporan adanya korban jiwa serta kerusakan akibat banjir ini. Tim BPBD setempat juga masih menetralisir banjir di lapangan.

"TRC BPBD dan instansi terkait sudah turun ke lokasi untuk membantu dan melakukan pendataan," jelas Agus. "Sampai saat ini belum ada laporan korban dan kerusakan."


Sebelumnya, lokasi Ibu Kota baru ini juga sempat diterjang banjir pada 30 Januari 2020 lalu. Saat itu, air merendam sawah seluas 3 km di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan alasannya memindahkan Ibu Kota negara dari Jakarta. Menurut Jokowi, beban di Pulau jawa sudah sangat berat dengan populasi mencapai 149 juta jiwa.

"Kami harapkan perpindahan ini perlu saya sampaikan bukan karena apa-apa karena memang beban yang ada di Pulau Jawa ini terlalu sangat berat," kata Jokowi di Balroom Hotel Aston Kartika, Tomang, Jakarta Barat, Kamis (6/2) malam. Jokowi lantas menyampaikan keheranannya terkait semua hal yang terpusat di Pulau Jawa.

Padahal, tutur Jokowi, Indonesia sendiri memiliki sekitar 17 ribu pulau. Namun, hampir 54 persen penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa.

"Coba dibayangkan kita memiliki 17 ribu penduduk di Indonesia tetapi di Jawa saja, itu 54 persen penduduknya," lanjut Jokowi. "54 persen penduduk Indonesia ada di Jawa 149 juta jiwa."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts