Desa di Penajam Paser Utara Banjir, Bappenas Pastikan Lokasi IKN Aman
Nasional

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, memastikan bahwa titik yang banjir tersebut tidak berada di lokasi ibu kota yang baru. Pemerintah telah memperhitungkan pembangunan ibu kota nantinya.

WowKeren - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa banjir telah melanda Desa Bukit Subur, Penajam, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Selasa (18/2). Banjir mengakibatkan permukiman warga terendam dan 379 jiwa terdampak.

Adapun Penajam Paser Utara merupakan lokasi calon ibu kota baru. Banjir terjadi karena kondisi curah hujan yang tinggi. "BPBD Kab Penajam Paser Utara melaporkan telah terjadi banjir di Desa Bukit Subur, Kec Penajam," tutur Agus Wibowo, Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB, Selasa (18/2). "Pada pukul 05.00 WITA akibat intensitas hujan yang tinggi."

Terkait hal ini, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, memastikan bahwa titik yang banjir tersebut tidak berada di lokasi ibu kota yang baru. Sebab, pemerintah sendiri telah memperhitungkan pembangunan ibu kota nantinya.

"Nggak kita nggak, memang daerah landai air itu kita sudah perhitungkan ada," kata Suharso di Jakarta, Rabu (19/2). "Tapi nggak persis di tempat itu."


Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pemerintah memiliki peta banjir dalam kurun waktu tertentu, yakni 50 tahunan dan 100 tahunan untuk kawasan tersebut. Sehingga ia yakin bahwa ibu kota tidak akan terendam banjir.

"Nggak. Tapi kita tahu," lanjut Suharso. "Malah kita punya peta banjir 100 tahunan banjir 50 tahunan yang sebelum-sebelumnya. Kita tahu persis keadaan di sana."

Sederet rencana pembangunan tengah digodog oleh pemerintah terkait ibu kota baru ini. Ibu Kota Negara (IKN) baru nantinya akan mengusung konsep ruang terbuka hijau (RTH). Konsep RTH kabarnya akan dibuat seperti Pulau Manhattan yang ada di Amerika Serikat (AS). Penyebutan Manhattan tersebut merujuk pada analogi luas cakupan wilayah, bukan konsep pembangunan itu sendiri.

"Penerapan Forest City untuk mengurangi environmental footprint dengan ruang terbuka hijau," kata Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Prawiradinata di Jakarta, Selasa (11/2). "Paling tidak 50 persen di daerah 56.000 hektar itu yang seperti Manhattan kecil itu, 50 persennya tetap Ruang Terbuka Hijau."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait