IMA Awards 2020: Pihak RCTI Beber Alasan Pilih Prilly Latuconsina Sebagai Juri
Instagram/prillylatuconsina96
Film
IMA Awards 2020

Ajang penghargaan Indonesian Movie Actors Awards (IMAA) 2020 akan segera digelar. Lantas pihak RCTI membeberkan alasannya memilih Prilly Latuconsina sebagai juri.

WowKeren - Diketahui bahwa stasiun televisi swasta nasional RCTI akan segera menggelar ajang penghargaan Indonesian Movie Actors Awards (IMAA) 2020. Konferensi persnya pun sudah digelar pada Kamis (5/3) kemarin.

Sementara itu diketahui bahwa aktris muda Prilly Latuconsina terpilih sebagai juri di ajang penghargaan ini. Selain itu, RCTI juga menggandeng aktor ternama lainnya serta produser hingga sutradara sebagai juri.

Namun terpilihnya nama Prilly sebagai juri kini menjadi sorotan dan perbincangan publik. Pasalnya mereka menilai bahwa karier perempuan kelahiran Tangerang ini masih seumur jagung. Namun rupanya pihak RCTI memiliki alasan tersendiri terkait hal ini.

Menurut Dini Putri, selaku Director Programming dan Acquisition RCTI, Prilly Latuconsina memiliki kualitas sebagai seorang aktris. Prilly yang diketahui tak hanya jago bermain sinetron dan film menjadi pertimbangan berarti. Terlebih lagi ketika film horor yang dibintanginya berhasil mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat.


“Kenapa Prilly? Dia tidak hanya berkecimpung di sinetron. Namun juga dalam sederet film, termasuk beberapa proyek horor,” ujar Dini saat ditemui di MNC Studios, Jakarta Barat, Kamis (5/3). “Dan beberapa film horor yang dibintanginya juga cukup sukses di pasaran."

Selain itu, Prilly juga dinilai mampu mewakili generasi milenial dalam memberikan penilaian mereka. Kendati demikian, RCTI berharap dengan adanya sosok Prilly sebagai juri dapat merangkul berbagai sektor dan praktisi perfilman.

Kehadiran perempuan berusia 23 tahun tersebut juga diharapkan mampu mewujudkan sisi pandang yang berbeda. Sementara itu, RCTI juga memilih deretan orang-orang penting lainnya yang akan duduk di kursi juri IMAA 2020.

Mereka adalah Lukman Sardi, Salman Aristo, Robert Ronny, Oka Antara, Fajar Bustomi dan Marcella Zalianty. Dini beranggapan bahwa orang-orang tersebut memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi. “Orang-orang yang kita pilih bukan lah orang dengan rekam jejak yang sembarangan,” pungkas Dini.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts