Ia bercerita bahwa kala itu ia berkeinginan untuk menjadi seorang guru agama. Namun seiring berjalannya waktu, cita-cita tersebut berubah yakni menjadi seorang hakim.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 10 Maret 2020 - 21:07 WIB
WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD bercerita mengenai perjalanan kariernya. Hal itu disampaikan olehnya saat memberikan pidato di acara Forum Komunikasi dan Koordinasi di di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Selasa (10/3).
Ia bercerita bahwa kala itu ia berkeinginan untuk menjadi seorang guru agama. Namun seiring berjalannya waktu, cita-cita tersebut berubah. Ia pun berkeinginan untuk menjadi hakim. "Waktu itu sekolahnya di tingkat SMA yang khusus baru ada di Yogyakarta namanya pendidikan hakim Islam negeri," kata Mahfud.
Untuk menjadi seorang hakim hakim agama, ia harus melanjutkan pendidikan ke Fakultas Syariah di IAIN. Namun karena keterbatasan biaya, ia pun tidak mendaftar ke perguruan tinggi tersebut.
Sehingga ia pun mencoba keberuntungannya untuk mendaftar tes CPNS dengan berbekal pada ijazah SMA yang dimilikinya dan nilai terbaiknya. Namun nasib berkata lain.
"Daya optimis saya lulus karena nilai saya terbaik," lanjut Mahfud. "Ternyata enggak lulus jadi pegawai menteri di Kementerian Agama. Temen-temen saya yang enggak pinter lulus semua."
Ia pun memutuskan untuk melanjutkan menimba ilmu ke Universitas Islam Indonesia dan Universitas Gajah Mada. Hingga di tahun kedua ia berhasil mendapatkan beasiswa Supersemar hingga ke jenjang S2 dan S3.
"Tahun pertama itu belum bisa dapat beasiswa kan dinilai dulu sama Supersemar," bebernya. "Nah tahun kedua, saya dapat Supersemar sampe S2 sampe S3."
Meski gagal menjadi PNS namun seperti diketahui sekarang, ia telah berhasil menjadi hakim bahkan hingga menduduki jabatan sebagai Menko Polhukam. Oleh sebab itu, ia berpesan bahwa Tuhan akan selalu membukakan pintu bagi hambanya yang mau berusaha.
"Saya masih dapat bonus jadi profesor, menteri, Ketua MK, anggota DPR," tutur mantan Ketua MK itu. "Itu kalau Tuhan membuka, membuka orang yang mau berusaha. Allah memberi jalan."
(wk/zodi)